Sejumlah peserta ujian kompetensi dalam rangka mutasi masuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui Layanan ASN Karier Batch II Tahun 2026 (IDN Times/Yogie Fadila)
Tingginya antusiasme pendaftar ini selaras dengan motivasi luhur yang dibawa oleh para peserta seleksi. Syahrul Arifin, salah seorang peserta yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan Laksono, Kabupaten Wonosobo, mengaku sangat bersemangat. "Motivasi saya itu ya saya merasa senang untuk mengurusi umat, tamu-tamu Allah itu aja. Kami tentu saja bisa mengabdi di Kementerian Haji secara maksimal karena ada motivasi karena senang, merasa cinta, merasa terhormat untuk bisa melayani tamu-tamu Allah itu saja," kata Syahrul.
Senada dengan Syahrul, seorang peserta asal Kemenag Sleman, juga berharap bisa memperluas kiprah pengabdiannya. Ia berkeinginan agar pengembangan kariernya bisa bermuara pada pelayanan yang lebih optimal kepada para tamu Allah (jemaah haji). "Pengin bisa lebih melayani para tamu Allah aja sih. Mudah-mudahan bukan hanya perkara dunia tapi perkara akhirat juga," ujar peserta yang meminta identitasnya dirahasiakan penuh harap.
Dia juga mengapresiasi tingkat kesulitan soal yang diberikan oleh BKN. Ia meyakini bahwa standar soal yang lumayan susah itu adalah bukti bahwa Kemenhaj sangat serius menyeleksi SDM terbaiknya. "Saya sendiri berkeyakinan Kemenhaj enggak mau sembarangan orang, pengin mendapatkan SDM-SDM terbaik yang mereka seleksi melalui sistem ini," tutupnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho, telah mengingatkan seluruh peserta untuk mematuhi aturan dan tata tertib yang berlaku selama pelaksanaan ujian CACT. Peserta yang terbukti melakukan pelanggaran akan langsung dicatat dalam Berita Acara Pelaksanaan Kegiatan dan akan dilaporkan ke pejabat berwenang di instansi asal peserta. Hal ini dilakukan demi menjaga integritas tahapan seleksi secara keseluruhan.