Sleman, IDN Times - Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Selasa (30/3/2021) pagi. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida menyampaikan, awan panas guguran terpantau terjadi pada pukul 07.06 WIB dengan arah luncuran ke Barat Daya.
Selasa Pagi, 30 Maret, Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran

1. Jarak luncur capai 1.500 m
Menurut Hanik, awan panas guguran yang tercatat di seismogram dengan amplitudo 60 mm. Sedangkan untuk durasi mencapai 135 detik. Awan panas guguran ini memiliki jarak luncur mencapai 1.500 meter.
"Durasi 135 detik. Jarak luncur kurang lebih 1.500," ungkapnya pada Selasa (30/3/2021).
2. Terjadi 18 kali guguran lava pijar
Selain awan panas guguran, sepanjang Hari Senin (29/3/2021), Merapi juga terpantau mengeluarkan 18 kali guguran lava pijar. Lava pijar tersebut memiliki jarak luncur maksimum mencapai 800 m. Sedangkan untuk arah guguran, mengarah ke Barat Daya dan Tenggara.
"Teramati 18 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 800 m ke arah Barat Daya dan sebagian ke arah Tenggara," jelasnya.
3. Status Merapi masih Siaga
Menurut Hanik, hingga saat ini status Gunung Merapi masih berada di tingkat Siaga. Untuk potensi bahaya erupsi Gunung Merapi, berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Selatan-Barat Daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sedangkan pada sektor Tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km potensi bahaya serupa juga perlu diwaspadai.
"Erupsi eksplosif juga masih berpeluang terjadi dengan potensi bahaya berupa lontaran material vulkanik dalam radius 3 km dari puncak," paparnya.