Merapi Kembali Luncurkan 9 Kali Guguran Lava Pijar pada 28 Maret

Sleman, IDN Times - Gunung Merapi kembali mengeluarkan guguran lava pijar pada Minggu (28/3/2021). Dari pantauan yang dilakukan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), sepanjang pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, terpantau terjadi 9 kali guguran lava pijar.
1. Jarak luncur maksimum capai 700 m

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida menyampaikan, dari 9 kali guguran tersebut, jarak luncur maksimum guguran mencapai 700 m. Sedangkan untuk arah guguran, masih mengarah ke Barat Daya.
"Teramati 9 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 700 m ke arah Barat Daya," ungkapnya pada Senin (29/3/2021).
2. Teramati 127 kali gempa guguran

Selain guguran lava pijar, pada periode pengamatan yang sama juga dilaporkan adanya 127 kali gempa guguran, 10 kali gempa fase banyak, serta 3 kali gempa hembusan. Asap putih dengan intensitas sedang hingga tebal pun juga teramati.
"Asap warna putih, intensitas sedang hingga tebal dengan ketinggian 50 m di atas puncak," katanya.
3. Status Merapi masih Siaga

Menurut Hanik, hingga saat ini status Gunung Merapi masih berada di tingkat Siaga. Untuk potensi bahaya erupsi Gunung Merapi, berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor Selatan-Barat Daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sedangkan pada sektor Tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km potensi bahaya serupa juga perlu diwaspadai.
"Erupsi eksplosif juga masih berpeluang terjadi dengan potensi bahaya berupa lontaran material vulkanik dalam radius 3 km dari puncak," paparnya.
















