Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ribuan UMKM di Pantai Parangtritis Resah dengan Larangan Study Tour
Wisatawan di Pantai Parangtritis Bantul.(IDN Times/Daruwaskita)
  • Larangan study tour membuat resah pelaku UMKM di Pantai Parangtritis, Bantul.
  • Pemilik warung makan dan penjual pakaian pantai khawatir akan sepinya wisatawan jika larangan study tour diterapkan.
  • Pemilik jasa transportasi menyarankan adanya edukasi memilih armada dan biro perjalanan yang bonafide sebagai solusi daripada melarang kegiatan study tour.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bantul, IDN TimesLarangan study tour yang diberlakukan oleh beberapa daerah setelah kecelakaan bus rombongan pelajar di Subang, Jawa Barat, membuat resah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di kawasan Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul.

Study tour pelajar selama libur panjang sekolah adalah momen yang dinantikan oleh para pelaku UMKM untuk meraup rezeki, selain dari libur Lebaran dan libur akhir tahun.

1. Menggantungkan rezeki dari study tour

UMKM di kawasan Pantai Parangtritis Bantul.(IDN Times/Daruwaskita)

Salah satu pemilik warung makan di Pantai Parangtritis, Rina, mengungkapkan bahwa kebijakan daerah yang melarang atau membatasi study tour sangat meresahkan ratusan bahkan ribuan pelaku UMKM. Mereka menggantungkan rezekinya dari kunjungan wisatawan, terutama rombongan study tour dari sekolah.

"Kita sangat resah apalagi pernyataan larangan study tour ini menjelang libur panjang sekolah yang akan dimulai pada pekan depan," ungkapnya, Jumat (17/5/2024).

Menurut Rina, rombongan study tour pelajar sebagian besar berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Jika larangan study tour diterapkan, ia khawatir pelaku UMKM di Pantai Parangtritis akan guling tikar karena sepinya wisatawan.

"Ya kalau Jawa Barat, Jawa Tengah bahkan Jawa Timur melarang study tour luar daerah pasti kita akan gulung tikar. Lha mau kerja atau usaha apa lagi selain jualan," tandasnya.

2. UMKM di Pantai Parangtritis terancam gulung tikar

Pelaku UMKM di Pantai Parangtritis Bantul.(IDN Times/Daruwaskita)

Pelaku UMKM lainnya di Pantai Parangtritis, Saryanto, mengatakan libur panjang anak sekolah selalu dinanti oleh pedagang di Pantai Parangtritis. Pengunjungnya adalah pelajar yang sering membeli makanan, minuman, hingga pakaian pantai dengan uang saku pemberian orang tua.

"Kalau study tour dilarang, dagangan kita ndak laku, terus yang mau ngasih makan anak istri siapa?" ucapnya.

Penjual pakaian pantai ini berharap para pejabat mempertimbangkan dampaknya bagi masyarakat sebelum membuat kebijakan. Menurutnya, aturan yang gegabah bisa merugikan banyak pihak.

"Apakah yang membuat aturan itu akan memberi makan anak dan istri saya. Jadi jangan gegabah. Study tour tidak salah kok yang disalahkan study tournya," tandasnya.

3. Edukasi sekolah dan masyarakat dalam memilih armada untuk sarana wisata

ilustrasi bus pariwisata (instagram.com/pandawa87banyuwangi)

Sementara itu, pemilik jasa transportasi Gege Transport, Hantoro, turut menyayangkan adanya pelarangan study tour. Menurutnya, hal ini akan berdampak besar terhadap penyedia jasa bus dan travel. Hantoro berpendapat, pemerintah seharusnya memberikan panduan tentang bagaimana memilih armada yang pas untuk study tour, bukan melarang kegiatan tersebut.

"Yang harus dipahamkan saat ini kepada sekolah atau masyarakat adalah bagaimana memilih armada yang akan digunakan laik jalan," katanya. "Harus ada edukasi yang tepat untuk memilih perusahaan otobus pariwisata yang bonafide hingga agen perjalanan yang kredibel."

Hantoro menegaskan bahwa pelarangan study tour oleh sejumlah daerah sangat prematur dan tidak memberikan solusi. Menurutnya, kecelakaan bus study tour di Subang terjadi karena faktor armada yang tidak laik jalan, bukan karena program study tour itu sendiri.

"Ya kenapa yang disalahkan study tour. Ini dampaknya sangat luas sekali," tandasnya.

Editorial Team

Related Article