Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bukan Cuma Jadi Operator, PT Railink Garap 50 Proyek Perkeretaapian di 2025

Bukan Cuma Jadi Operator, PT Railink Garap 50 Proyek Perkeretaapian di 2025
Project PT Railink. (Dok. Istimewa)
Intinya Sih

  • PT Railink menggarap 50 proyek perkeretaapian sepanjang 2025 sebagai bagian dari transformasi bisnisnya dari operator kereta bandara menjadi mitra strategis industri nasional.

  • Melalui unit MOSS, Railink fokus pada layanan perawatan sarana, pengadaan suku cadang, dan peningkatan efisiensi rantai pasok untuk mendukung kemandirian serta daya saing industri perkeretaapian Indonesia.

  • Perusahaan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam dan luar negeri guna mewujudkan solusi perkeretaapian terintegrasi yang berkontribusi pada penguatan ekosistem transportasi nasional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Yogyakarta, IDN Times – PT Railink menggarap total 50 proyek industri perkeretaapian dalam negeri sepanjang 2025. Transformasi PT Railink selaku operator kereta bandara Yogyakarta dan Medan ini menjadi salah satu upaya strategis perusahaan dalam menjawab tantangan sekaligus peluang di masa depan. 

“Pengembangan bisnis maintenance, operations, spare part, dan services merupakan komitmen kami untuk tidak hanya menjadi operator, tetapi juga mitra strategis dalam pengembangan industri perkeretaapian nasional. Kami ingin menghadirkan solusi end-to-end yang andal, efisien, dan berstandar tinggi,” ujar Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, Rabu (15/4/2026).

1. Garap puluhan proyek industri perkeretaapian

Penumpang KA Bandara YIA. (Dok. Istimewa)
Penumpang KA Bandara YIA. (Dok. Istimewa)

Sepanjang 2025, PT Railink melalui unit bisnis Maintenance, Operations, Spare Parts, and Services (MOSS) telah mengerjakan pekerjaan overhead crane, pengadaan suku cadang, pekerjaan penggantian kain kursi KRL, pemasangan mesin press roda dan pekerjaan lainnya. Selain itu, lebih dari 20 mitra dari dalam dan luar negeri telah bekerja sama dengan PT Railink.

Sejak 2021, PT Railink juga mengembangkan lini bisnis yang mencakup maintenance, operations, spare part, dan services untuk memperkuat perannya di industri perkeretaapian nasional. “Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan ekosistem perkeretaapian yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia,” kata Porwanto.

Sebagai operator kereta bandara, PT Railink melihat peluang untuk memperluas kapabilitas ke sektor pendukung operasional perkeretaapian. Pengembangan ini ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah perusahaan sekaligus menjawab kebutuhan industri yang semakin kompleks dan dinamis.

2. Fokus layanan yang diberikan

potret KA Bandara YIA (dpmpt.kulonprogokab.go.id)
potret KA Bandara YIA (dpmpt.kulonprogokab.go.id)

Porwanto menyebut, dalam implementasinya PT Railink akan fokus pada layanan perawatan sarana kereta api dengan standar keselamatan dan keandalan tinggi. Selain itu, perusahaan juga mengembangkan pengelolaan rantai pasok suku cadang yang efisien dan berkualitas, serta layanan tambahan untuk meningkatkan performa dan pengalaman pengguna jasa kereta api.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian industri transportasi nasional, termasuk peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). “Dengan memperkuat kapabilitas di sektor pendukung, PT Railink diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan terhadap pihak eksternal sekaligus meningkatkan daya saing industri perkeretaapian Indonesia di tingkat global,” ujar Porwanto.

3. Perkuat kolaborasi

KA Bandara YIA. (Dok. Istimewa)
KA Bandara YIA. (Dok. Istimewa)

Ke depan, PT Railink akan terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di dalam maupun luar negeri, untuk memastikan pengembangan bisnis ini berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi industri.

“Dengan langkah strategis ini, PT Railink menegaskan komitmen untuk menjadi penyedia solusi perkeretaapian terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada layanan transportasi, tetapi juga pada penguatan ekosistem industri secara menyeluruh,” ungkap Porwanto.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Jogja

See More