Sleman, IDN Times - Psikolog Sosial Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Koentjoro menilai munculnya tagar #IndonesiaTerserah yang ramai beberapa waktu lalu hanya sebuah luapan kekecewaan tenaga kesehatan (nakes) terhadap pemerintah serta masyarakat Indonesia, bukan benar-benar sebuah sikap menyerah dalam menangani COVID-19.
Menurut Prof Koentjoro, tagar tersebut muncul lantaran pemerintah seringkali membuat kebijakan yang berubah-ubah serta belum menerapkan sanksi yang jelas terhadap masyarakat yang melanggar aturan. Sedangkan dari sisi masyarakat, juga dipandang belum patuh terhadap aturan yang dibuat pemerintah. Khususnya dalam hal memutus rantai penyebaran COVID-19.
“Ini salah satu bentuk luweh-luweh (terserah) para tenaga medis. Mereka sudah berbuat sesuatu dengan baik dan berjuang di garis depan, tapi masyarakat tidak bisa diatur,” ungkapnya pada Jum’at (29/5).
