Mahasiswa UGM camping di halaman depan Gedung Balairung untuk memprotes IPI. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Humas Aliansi Mahasiswa UGM, Maulana, mengatakan tenda-tenda tersebut akan digunakan untuk menginap selama sepekan jika pihak kampus tidak menemui mereka untuk membahas kebijakan IPI. Menurutnya, jika rektor, pimpinan, atau jajarannya tidak menemui mereka dalam waktu seminggu, mereka akan melanjutkan konsolidasi dengan aksi yang lebih besar untuk menuntut pencabutan uang pangkal.
"Kami beri waktu seminggu, (jika tidak menemui) kami akan turun (dengan aksi) lebih besar untuk menggugat kampus," ujar Maulana di Balairung pada Selasa (28/5/2024).
Menurut Maulana, kebijakan ini mengecilkan peluang bagi mahasiswa dari golongan tidak mampu dan menengah ke bawah, bahkan membuat beberapa calon mahasiswa batal mendaftar di UGM.
"Jalur mandiri itu kuotanya sebanyak 40 persen penerimaan dan itu kuota terbesar daripada jalur-jalur lainnya. Tentu itu akan menjadi lahan basah bagi kampus untuk mencari mengeruk uang sebanyak-banyaknya dari mahasiswa," imbuh dia.