Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem di Bantul Tersebar di 49 Titik

- Pohon tumbang terjadi di Kapanewon Banguntapan mencapai 16 titik, Kapanewon Bambanglipuro tiga titik, Kapanewon Kasihan tiga titik, dan lainnya.
- Tidak ada laporan korban jiwa akibat pohon tumbang
Bantul, IDN Times - Hujan lebat disertai angin kencang di Kabupaten Bantul yang terjadi pada Kamis (29/1/2026) siang hingga sore mengakibatkan pohon tumbang di 49 titik.
Sekretaris Pelaksana BPBD Bantul Ribut Bimo Haryo Tejo mengatakan data awal yakni pada pukul 13.45 WIB, BPBD Bantul mencatat ada kejadian pohon tumbang di 25 titik yang tersebar di tujuh kapanewon. Sedangkan data terbaru hingga pukul 20.30 WIB jumlah titik pohon yang tumbang bertambah menjadi 49 titik yang tersebar di 11 kapanewon.
"Hingga pukul 20.30 WIB data pohon tumbang mencapai 49 titik di 11 kapanewon," katanya.
1. Rincian titik pohon tumbang akibat hujan lebat disertai angin kencang

Bimo menjelaskan secara rinci pohon tumbang di Kapanewon Banguntapan mencapai 16 titik, Kapanewon Bambanglipuro tiga titik, Kapanewon Kasihan tiga titik, Kapanewon Bantul satu titik, Kapanewon Kretek lima titik, Kapanewon Pandak 11 titik, Kapanewon Piyungan satu titik, Kapanewon Sanden sembilan titik, Kapanewon Pleret satu titik, Kapanewon Sedayu tiga titik dan Kapanewon Sewon satu titik.
"Terbanyak pohon tumbang terjadi di Kapanewon Banguntapan. Bahkan pohon tumbang melintang di Jalan Ring Road Selatan Banguntapan menyebabkan kemacetan arus lalu lintas, hingga pohon tumbang menimpa mobil hingga sejumlah kendaraan bermotor roda dua," ujarnya.
2. Tidak ada laporan korban jiwa akibat pohon tumbang

Bimo menambahkan dampak dari pohon tumbang tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga dan warung rusak, jaringan listrik padam, serta mobil hingga sepeda bermotor roda dua rusak. "Namun sejauh ini belum ada laporan korban jiwa akibat pohon tumbang," ungkapnya.
3. Jumlah titik pohon tumbang dimungkinkan akan bertambah

Pasca kejadian pohon tumbang BPBD Bantul, TNI, POLRI, PLN Bantul, Tagana Bantul, PMI Bantul, FPRB kalurahan, relawan, komunitas, lembaga terkait dan warga melakukan gotong royong. "Dimungkinan data pohon tumbang bisa bertambah," ujarnya.


















