Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Bantul, Puluhan Pohon Tumbang

- Hujan lebat disertai angin kencang di Bantul menyebabkan puluhan pohon tumbang di tujuh kapanewon, terbanyak di Banguntapan dengan 16 titik.
- Pohon tumbang merusak empat rumah, satu mobil, empat motor, jaringan listrik, dan sempat menutup akses jalan, namun tidak ada korban jiwa.
- BPBD masih mendata dampak lanjutan dan mengimbau warga waspada karena puncak musim hujan berlangsung Januari–Februari.
Bantul, IDN Times - Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada Kamis (28/1/2026) siang hingga sore menyebabkan puluhan pohon tumbang di tujuh kapanewon di Kabupaten Bantul.
Sekretaris Pelaksana BPBD Bantul, Ribut Bimo Haryo Tejo, mengatakan pohon tumbang terjadi di Kapanewon Banguntapan sebanyak 16 titik, Kapanewon Kasihan tiga titik, Kapanewon Sedayu satu titik, Kapanewon Bantul satu titik, Kapanewon Kretek dua titik, Kapanewon Sanden satu titik, serta Kapanewon Pleret satu titik.
“Terbanyak pohon tumbang akibat hujan lebat disertai angin kencang terjadi di Kapanewon Banguntapan yang mencapai 16 titik,” ujarnya.
1. Pohon Tumbang timpa rumah, mobil, jaringan listrik hingga fasilitas umum

Akibat peristiwa pohon tumbang tersebut, empat rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan. Selain itu, satu unit mobil dan empat sepeda motor juga rusak tertimpa pohon. Dampak lainnya turut dirasakan pada warung, jaringan listrik, hingga sejumlah fasilitas umum. Bahkan, akses jalan sempat tertutup karena pohon tumbang melintang di badan jalan.
“Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa baik yang luka-luka maupun meninggal dunia,” tuturnya.
2. Jumlah pohon tumbang dimungkinkan bertambang

Bimo menjelaskan, data pohon tumbang tersebut masih bersifat sementara dan jumlahnya masih dimungkinkan bertambah karena petugas BPBD masih melakukan pendataan di lapangan.
“Tim reaksi cepat BPBD, Sarlinmas, FPRB, TNI dibantu TNI dan Polri serta masyarakat sedang melakukan evakuasi pohon yang tumbang,” ucapnya.
3. Puncak musim hujan di Bantul akan berlangsung bulan Januari dan Februari

Lebih lanjut, Bimo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Ia menyebut, Januari hingga Februari merupakan puncak musim hujan berdasarkan prakiraan BMKG, sehingga hujan lebat disertai angin kencang masih berpotensi terjadi.
“Jadi hujan lebat disertai angin kencang berpotensi terjadinya apalagi Bantul akan memasuki puncak musim penghujan pada bulan Januari dan Februari,” tandasnya.

















