Gempa Magnitudo 4,4 di Bantul, BPBD Lakukan Pendataan Kerusakan

- Belum ada laporan kerusakan di 75 kalurahan di Bantul
- Gempa bumi di Bantul juga dirasakan warga Kabupaten Gunungkidul
Bantul, IDN Times - Gempa bumi bermagnitudo 4,4 terjadi di sebelah timur Kabupaten Bantul, Selasa (27/1/2026) siang.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tercatat terjadi pada pukul 13.15.32 WIB dengan pusat gempa berada di koordinat 7,87 Lintang Selatan dan 110,49 Bujur Timur, atau sekitar 15 kilometer timur laut.
1. Belum ada laporan kerusakan di 75 kalurahan di Bantul

Saat ini belum terdapat laporan mengenai kerusakan yang ditimbulkan dari dua gempa yang menguncang Jogja. “Untuk sementara belum ada laporan kerusakan bangunan atau dampak lainnya yang masuk ke BPBD. Kami masih berkoordinasi dengan wilayah untuk pemantauan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin.
Sementara Sekretaris BPBD Bantul, Ribut Bimo Haryo menyebut, betdasarkan laporan petugas lapangan dan relawan yang tersebar di 75 kalurahan, belum ada dampak signifikan akibat gempa.
“Belum ada laporan dari rekan-rekan di 75 kalurahan terkait dampak kerusakan akibat gempa bumi," tuturnya.
2. EWS di pesisir pantai akan memberikan peringatan jika ada potensi bencana

Meski gempa dirasakan cukup kuat oleh warga, BPBD memastikan tidak ada potensi tsunami dari kejadian tersebut. Ribut menegaskan sistem peringatan dini tsunami di wilayah pesisir selatan Bantul dalam kondisi siap.
“Kekhawatiran warga soal megathrust bisa kami pastikan tidak terjadi. Sistem sirine tsunami di sepanjang pantai selatan Bantul siap dan tidak berbunyi,” tegasnya.
3. Gempa bumi di Bantul juga dirasakan warga Kabupaten Gunungkidul
.jpg)
Gempa bumi yang berpusat di Bantul dirasakan hingga wilayah Kabupaten Gunungkidul. Salah satu warga Playen Yuwono mengaku saat di Kompleks Sewokoprojo, Wonosari, Gunungkidul merasaka getaran yang kuat.
"Saya tadi posisi di dalam ruangan di Kompleks Sewokoprojo, tiba-tiba terasa gempa sekitar tiga detik, terasa sekali getarannya," katanya.
Yuwono mengaku sempat keluar dari ruangan, untuk mengantisipasi adanya gempa lanjutan yang lebih besar. "Tadi ya langsung lari keluar dari ruangan, besar kok gempanya. Kalau tidak besar ya tidak lari keluar," ucapnya.

















