Cuaca Esktrem di Jogja Sebabkan Rumah Rusak hingga Warga Mengungsi

- Empat orang luka ringan, belasan mengungsi di Kota Yogyakarta
- Belasan pohon tumbang dan papan reklame porak poranda di Sleman
- Kerugian Rp21 juta di Gunungkidul, 11 akses jalan terdampak di Kulon Progo
Yogyakarta, IDN Times - Cuaca ekstrem di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memicu sejumlah kejadian tanah longsor serta merusak berbagai fasilitas, bahkan menimbulkan korban luka. Laporan Pusdalops BPBD DIY, hujan intensitas sedang hingga lebat mengguyur hampir seluruh wilayah DIY sejak Minggu (15/2/2026) malam hingga Senin (16/2/2026).
Berdasarkan data BPBD pada Selasa (17/2/2026) pukul 00.00 WIB, kondisi cuaca ekstrem tersebut menyebabkan berbagai insiden, termasuk korban luka ringan.
1. Empat orang luka ringan, belasan mengungsi
Di Kota Yogyakarta, longsor dan dampak cuaca ekstrem terjadi di tujuh titik tersebar di empat kemantren, yakni Kraton, Ngampilan, Gondokusuman, dan Mergangsan.
Kerusakan tercatat meliputi empat rumah, satu kantor kelurahan, satu mobil, satu rumpun bambu, serta satu titik aliran sungai. Selain itu, empat orang mengalami luka ringan dan 16 warga terpaksa mengungsi.
2. Belasan pohon tumbang dan papan reklame porak poranda di Sleman

Sementara di Kabupaten Sleman terdapat 25 titik terdampak di tujuh kapanewon, yaitu Sleman, Depok, Ngemplak, Ngaglik, Pakem, Prambanan, dan Gamping. Kerusakan yang dilaporkan mencakup delapan rumah, dua fasilitas pemerintah, satu pondok pesantren, satu kandang ternak, dua titik akses jalan, satu jaringan listrik, satu jaringan internet, satu papan reklame, 12 titik pohon tumbang, serta satu papan penunjuk arah.
Di Kabupaten Bantul, longsor terjadi di Kecamatan Kasihan yang menyebabkan kerusakan pada fasilitas Bandiklat Gunung Sempu dan satu unit rumah warga.
3. Kerugian Rp21 juta di Gunungkidul, 11 akses jalan terdampak di Kulon Progo
Di Kabupaten Gunungkidul, bencana melanda tujuh lokasi di enam kecamatan, yaitu Wonosari, Karangmojo, Tepus, Patuk, Ponjong, dan Panggang. Sebanyak tiga pohon tumbang, delapan rumah rusak, dua rumah terancam, satu jembatan, dua jaringan listrik, dua talud ambrol, satu kamar mandi, satu kandang ternak, dua jaringan internet, empat akses jalan, serta dua titik aliran sungai. Kerugian ditaksir mencapai Rp21 juta.
Terakhir, di Kabupaten Kulon Progo, longsor dan cuaca ekstrem terjadi di 19 titik pada delapan kecamatan. Meliputi Kokap, Nanggulan, Pengasih, Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang, Panjatan, dan Sentolo. Dampak yang tercatat antara lain satu pohon tumbang, delapan rumah rusak, satu jaringan listrik, 11 akses jalan, satu jaringan internet, dan satu saluran irigasi terdampak.
BPBD menegaskan data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai pembaruan laporan.


















