Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bisnis Wangi Pedagang Bunga Bandungan, Raup Cuan di Momen Valentine

Pasar Bunga Bandungan, yang terletak di kaki Gunung Ungaran jadi pusat perdagangan florikultura terbesar di Jawa Tengah.
Pasar Bunga Bandungan, yang terletak di kaki Gunung Ungaran jadi pusat perdagangan florikultura terbesar di Jawa Tengah. (IDNTimes/Bandot Arywono)
Intinya sih...
  • Bunga di Pasar Bandungan merupakan budidaya petani setempat, dengan harga mulai Rp7 ribu hingga puluhan ribu.
  • Bunga mawar menjadi incaran saat Valentine, dengan permintaan yang bisa naik dua kali lipat dan harga mencapai Rp120 ribu per seikat.
  • Anak muda datang ke pasar memilih dan merangkai bunga sendiri, sementara pemerintah Kabupaten Semarang mendukung Festival Bunga Bandungan sebagai ikon pariwisata.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ungaran, IDN Times - Pasar Bunga Bandungan merupakan pusat perdagangan florikultura terbesar di Jawa Tengah yang terletak di lereng Gunung Ungaran, tepatnya di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Bandungan merupakan daerah penghasil bunga terlengkap dan terbesar di Jawa Tengah. Di sini dijual berbagai jenis bunga segar mulai mawar, krisan, sedap malam, lili, dahlia, aster, peacock dan bunga-bunga lainnya. 
Tidak hanya memasok bunga segar untuk Semarang saja, perannya sekaligus sebagai penghasil bunga terbesar di Jawa Tengah. Seperti Kota Salatiga, Surakarta, Yogyakarta, Kudus, Tegal hingga Jawa Timur.

1. Bunga yang dijual di pasar merupakan budidaya petani setempat

Salah satu pemilik lapak di Pasar Bandungan, Isman.
Salah satu pemilik lapak di Pasar Bandungan, Isman. (IDNTimes/Bandor Arywono)

Salah satu pemilik lapak di Pasar Bandungan, Isman menuturkan denyut nadi pasar dimulai sejak dini hari, yakni mulai pukul 03.00 WIB. Aktivitas pasar mulai sekitar melambat pukul 08.00 WIB, para pedagang mulai merapikan dagangannya.

"Krisan, mawar, peacock, kami ada. Untuk keperluan pernikahan ya? dari (wedding organizer) WO mana?," ucapnya kepada seorang laki-laki yang mendekati dagangannya, Kamis (5/2/2026).

Meski mayoritas pedagang sudah berkemas, Isman masih tekun melayani beberapa pembeli. Ia menjelaskan satu per satu koleksi bunga hias yang dijual di lapaknya hingga memnbeitahu cara merawatnya agar tahan lama.

Berbagai bunga yang dijualnya adalah krisan berbagai warna, mawar, lili, dahlia, aster, dam peacock. Bunga tersebut merupakan hasil budidaya dari petani lokal di Kecamatan Bandungan, Kecamatan Ambarawa, dan Kecamatan Sumowono di Kabupaten Semarang. Khusus untuk mawar holland didatangkan dari Bandung di Jawa Barat. 

Harga bunga potong di Pasar Bandungan mulai Rp7 ribu hingga puluhan ribu. "Krisan satu ikatnya Rp25 ribu, sedangkan untuk per tangkainya Rp7 ribu. Kalau untuk mawar saat ini memang sedang mahal, satu ikatnya Rp60 ribu," ucap pria yang telah berjualan kembang sejak 2016 .

Bunga peacock harganya beragam mulai Rp12.500 - Rp45.000 per ikat, atau sekitar Rp5 ribu- Rp10 ribu per tangkai. Selain di lapaknya, bunga yang dijual Isman juga dikirimkan ke berbagai daerah, "Terakhir Desember kemarin kirim ke Kudus dan Tegal untuk keperluan pernikahan," ucapnya   

2. Bunga mawar jadi incaran saat Valentine

Pasar Bunga Bandungan, yang terletak di kaki Gunung Ungaran jadi pusat perdagangan florikultura terbesar di Jawa Tengah.
Pasar Bunga Bandungan, yang terletak di kaki Gunung Ungaran jadi pusat perdagangan florikultura terbesar di Jawa Tengah. (IDNTimes/Bandot Arywono)

Di saat hari biasa, pemesan bunga di Pasar Bandungan adalah konsumen yang menyuplai untuk hotel berbintang dan toko bunga (florist) modern. Namun di momen tertentu permintaan melonjak tajam. Bagi pedagang ada kalender saat mereka kebanjiran pesanan. Seperti di musim pernikahan yakni bulan Besar/Dzulhijjah dan Syawal pada penanggalan jawa merupakan puncak tertinggi. Permintaan untuk dekorasi pelaminan membuat stok bunga selalu ludes. Selain itu saat musim wisuda yakni di bulan Mei dan November.

"Momen Valentine permintaan juga meningkat. Yang laku terutama bunga mawar merah, saat itu harganya bisa naik dua kali lipat," ucap Siti pedagang lainnya. Jika biasanya seikat bunga mawar lokal terdiri 10 tangkai dihargai Rp60 ribu, di momen Valentine harganya mencapai Rp120 ribu seikat.  Kenaikan permintaan biasanya terjadi empat hingga lima hari jelang tanggal 14 Februari.  

3. Anak mudah datang ke pasar memilih dan merangkai bunga

Pasar Bunga Bandungan, yang terletak di kaki Gunung Ungaran jadi pusat perdagangan florikultura terbesar di Jawa Tengah
Pasar Bunga Bandungan, yang terletak di kaki Gunung Ungaran jadi pusat perdagangan florikultura terbesar di Jawa Tengah. (IDNTimes/Bandot Arywono)

Belakangan para anak muda sengaja datang ke pasar bunga, mereka ingin merangkai sendiri buket bunga dengan memilih dan membeli per tangkai beberapa jenis bunga. "Asyik saja bisa milih-milih dan merangkai sendiri," terang Siti.

Untuk omset beberapa pedagang menyebutkan pendapatan bersih mulai Rp7 juta hingga puluhan juta rupiah per bulan. Jumlah tersebut bisa meningkat jika memasuki momen spesial, musim pernikahan, Idulfitri, Natal dan wisuda.

4. Gelar event tahunan Festival Bunga Bandungan

Pasar Bunga Bandungan, yang terletak di kaki Gunung Ungaran jadi pusat perdagangan florikultura terbesar di Jawa Tengah.
Pasar Bunga Bandungan, yang terletak di kaki Gunung Ungaran jadi pusat perdagangan florikultura terbesar di Jawa Tengah. (IDNTimes/Bandot Arywono)

Menyadari potensi sebagai satu sumber pendapatan petani dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerintah Kabupaten Semarang memberikan dukungan yakni melakukan penataan terhadap pedagang, dari sebelumnya menggelar dagangan di ruas jalan di depan Kantor Kecamatan Bandungan, ke lokasi baru yang lebih tertata, bersebelahan dengan Kantor Desa Jetis.

Selain itu pemkab setiap tahunnya menggelar Festival Bunga Bandungan yang diselenggarakan pada Bulan Juli. Festival tahunan ini dikembangkan menjadi ikon pariwisata, diharapkan dapat meningkatkan perkembangan ekonomi kreatif warga, termasuk sektor pertanian, di antaranya sayur mayur dan produk hortikultura lainnya.

“Pemkab mendukung pelaksanaan festival menjadi agenda tahunan, yang lebih luas dan menarik,” ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Jogja

See More

Bisnis Wangi Pedagang Bunga Bandungan, Raup Cuan di Momen Valentine

15 Feb 2026, 23:34 WIBNews