Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pertamina Ungkap Pasokan BBM Usai Penyesuaian Harga dan Libur Sekolah

Pertamina Ungkap Pasokan BBM Usai Penyesuaian Harga dan Libur Sekolah
Area Manager Communication, Relations, and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Intinya Sih
  • Pertamina Patra Niaga menambah pasokan Pertalite hingga 18 persen untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM selama libur sekolah di Jawa Tengah dan DIY.
  • Taufiq Kurniawan menyebut antrean Pertalite meningkat, namun belum ada bukti pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi pasca-penyesuaian harga pada 10 Juni 2026.
  • Stok BBM di Jawa Tengah dan DIY dipastikan aman dengan cadangan rata-rata 15 kali lipat konsumsi harian, serta pemantauan distribusi dilakukan setiap hari selama masa libur sekolah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Yogyakarta, IDN Times – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman di tengah peningkatan permintaan Pertalite. Kesiapan ini juga untuk menyambut masuknya libur sekolah yang diprediksi konsumsi BBM akan meningkat.

Area Manager Communication, Relations, and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan momentum pembagian rapor sekolah yang dimulai hari ini menjadi penanda dimulainya masa liburan. Kondisi tersebut diprediksi akan mendorong kenaikan konsumsi BBM.

"Pertamina Patra Niaga berkepentingan menyiapkan akses energi supaya aman dan nyaman. Masyarakat yang menuju DIY perlu didukung karena kita tahu perekonomian DIY salah satunya mengandalkan sektor pariwisata," kata Taufiq, saat konferensi pers di Yogyakarta, Jumat (19/6/2026).

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan, Pertamina menambah pasokan Pertalite sebesar 10 persen hingga maksimal 18 persen dibandingkan konsumsi normal. Penambahan itu dilakukan berdasarkan evaluasi tren konsumsi pada periode libur sekolah tahun lalu.

1. Penambahan pasokan saat libur sekolah

Pengisian BBM di SPBU Veteran Palembang pasca kenaikan BBM Non-Subsidi yang berlaku pukul 00.00 WIB, Sabtu (18/4/2026) (IDN Times/Rangga Erfizal)
Ilustrasi pengisian BBM di SPBU. (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menurut Taufiq, pada libur sekolah tahun sebelumnya konsumsi BBM di Jawa Tengah meningkat sekitar 1,7 persen. Sementara di DIY, kenaikannya mencapai 7 persen untuk seluruh produk BBM. "Karena itu kami melakukan top up stok Pertalite 10 persen sampai 18 persen di atas konsumsi tahun lalu. Evaluasi akan dilakukan secara berkala," ujarnya.

Ia menegaskan tambahan stok tersebut tidak hanya tersedia di terminal BBM atau depo, melainkan langsung disalurkan ke seluruh SPBU. "Penambahan sampai 18 persen itu di SPBU, bukan cuma di depo. Kami juga mengatur suplai sampai dini hari agar distribusi tidak terganggu kemacetan," katanya.

Pertamina mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Direktorat Lalu Lintas untuk memetakan titik rawan kemacetan selama libur panjang. Langkah itu dilakukan agar distribusi BBM tetap lancar.

Selain itu, SPBU juga menyiapkan petugas pengatur antrean atau marshalling untuk memastikan kendaraan dapat mengisi BBM secara tertib. Pertamina turut menyediakan air mineral kemasan gratis bagi konsumen Pertalite selama periode libur sekolah.

"Air mineral bisa diambil sendiri atau ditanyakan kepada operator. Mudah-mudahan bisa membantu kenyamanan konsumen saat bertransaksi," ujar Taufiq.

Ia menambahkan, seluruh SPBU di wilayah Jawa Tengah dan DIY telah terhubung dengan sistem Automatic Tank Gauge (ATG) dan CCTV yang memungkinkan pemantauan stok secara real time. "Ketika stok belum sampai habis, kami sudah kirim. Kalau di CCTV terlihat ada antrean, kami langsung berkoordinasi dengan Dirlantas dan Dishub agar tidak mengganggu pengguna jalan lain," katanya.

2. Soal antrean pertalite

Terkait meningkatnya antrean Pertalite dalam beberapa waktu terakhir, Taufiq belum dapat memastikan adanya pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke Pertalite pasca-penyesuaian harga BBM pada 10 Juni lalu. "Perlu waktu sekitar satu bulan untuk melihat apakah memang terjadi pergeseran konsumsi. Saat ini datanya belum cukup untuk menyimpulkan," ujarnya.

Meski demikian, ia menyebut jumlah pendaftar QR Code untuk pembelian Pertalite bersubsidi di DIY masih relatif kecil. "Dalam kondisi normal pendaftar sekitar 10 sampai 15 nomor polisi per hari. Sekarang sekitar 20 per hari, jadi belum menunjukkan peningkatan yang signifikan," katanya.

Taufiq juga memastikan tidak ada pembatasan bagi masyarakat yang ingin membeli BBM di SPBU. "Tidak ada pembatasan. Kami menerima semua konsumen yang ingin mengisi BBM," tegasnya.

3. Ketersediaan stok BBM

Dari sisi ketersediaan stok, Pertamina memastikan kondisi pasokan BBM dalam keadaan aman. Secara keseluruhan, stok Pertalite di wilayah Jawa Tengah dan DIY mencapai 14 kali lipat konsumsi normal harian. "Sementara untuk solar atau gasoil mencapai 18 kali lipat konsumsi normal. Rata-rata seluruh BBM kami jaga di 15 kali lipat konsumsi normal setiap harinya," ujar Taufiq.

Ia menambahkan, evaluasi konsumsi dan distribusi akan dilakukan setiap hari selama masa libur sekolah untuk menentukan kebutuhan tambahan pasokan. "Kami rapat setiap sore dengan SPBU untuk memonitor konsumsi, melihat peningkatan yang terjadi, dan menentukan apakah perlu tambahan suplai. Itu akan kami lakukan terus selama dua minggu ke depan," katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More