Yogyakarta, IDN Times - Pakar Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Arya Budi menyebut hasil quick count menjadi gambaran hasil akhir Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Menurutnya hasil akhir perhitungan KPU tidak akan jauh berbeda dengan hasil dari sejumlah lembaga survei.
Arya menjelaskan, perhitungan cepat ini merupakan metode yang sudah dilakukan berkali-kali di Indonesia, di luar negeri metode ini telah digunakan sejak tahun 1980an untuk mengawal proses demokrasi elektoral. "Nah di Indonesia juga hasil qucik count gak jauh berbeda dengan hasil KPU," kata Arya, Kamis (15/2/2024).
