Petani lahan pasir di Bantul panen bawang merah. (IDN Times/Daruwaskita)
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, petani saat ini sudah melek dengan literasi keuangan. Artinya, dengan peluncuran Desa EKI tersebut petani siap menggunakan sistem keuangan bankable.
Petani nantinya diharuskan memiliki rekening tabungan. Tujuannya untuk mempermudah transaksi dengan mitra-mitra dagangnya.
Menurut Halim, launching Desa EKI ini berarti bahwa petani pun sudah menggunakan sistem keuangan yang bankable. Mereka melek literasi keuangan, sehingga memudahkan aktivitas bisnis ekonomi para petani. Petani juga diharuskan punya rekening tabungan, yang akan mempermudah transaksi dengan mitra-mitra dagangnya. Apalagi menurut Halim, bawang merah produksi Bantul yang dipanen ini adalah jenis unggulan.
“Nawungan ini adalah salah satu sentral bawang merah Bantul yang sangat bagus. Komoditinya unggulan seperti yang Anda lihat. Ini bawangnya bagus sekali lho, istilahnya bawang merah glowing dan ini kalau digoreng enak sekali," jelas Halim.
Atas perkembangan pertanian yang menjanjikan tersebut, Pemkab Bantul pun semakin teguh untuk menjadi supplier bawang merah terbesar di DIY. Sebagai dukungan pada petani, Halim menegaskan akan meningkatkan kualitas petani, baik dari sisi budidaya bawang merah maupun sampai pemasarannya.
Salah satu caranya dengan memberikan asuransi pada tanaman bawang merah milik petani.
“Asuransi pertanian sudah kita terapkan di Nawungan, Selopamioro, Imogiri ini," sebut Halim.
Halim juga mengatakan pertanian bawang merah di Bantul akan terus dikembangkan termasuk di sektor pariwisata.
"Bahkan ini juga nanti akan kita kembangkan menjadi agrowisata. Jadi aktivitas pertanian dan aktivitas pariwisata nanti bisa berada di sini saling bersanding,” tutupnya.