Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemkab Bantul Luncurkan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif

Kab. Bantul
Pemkab Bantul Luncurkan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif
Pemkab Bantul luncurkan EKI Desa (Dok. Jogjaprov)
  • Pemerintah Kabupaten Bantul meluncurkan Program Pengembangan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Bulak Kopen, Nawungan 1, Selopamioro, Bantul.
  • Panen raya bawang merah glowing dipimpin oleh Sekda DIY Beny Suharsono dan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.
  • Pemkab Bantul memberikan dukungan teknologi untuk memudahkan petani dengan menciptakan Desa EKI dan memberikan asuransi pada tanaman bawang merah milik petani.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meluncurkan Program Pengembangan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Bulak Kopen, Nawungan 1, Selopamioro, Bantul, Selasa (16/7/2024). Program ini merupakan kerja sama Pemkab Bantul dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank BRI dan Bank Indonesia.

Peluncuran EKI tersebut bersamaan dengan momen panen raya bawang merah glowing di lahan seluas 125 hektare di Selopamioro, Bantul. Panen raya ini dipimpin langsung oleh Sekda DIY Beny Suharsono, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, dan RCEO RO BRI John Sarjono

  1. 1. Panen raya sebagai simbol kerja keras

    ilustrasi bawang merah (pixabay.com/Hans)
    ilustrasi bawang merah (pixabay.com/Hans)

    Menurut Sekda DIY, Beny Suharsono, panen raya bawang merah tak sekedar sebuah kegiatan pertanian biasa, melainkan simbol dari kerja keras dan inovasi dalam sektor pertanian desa.

    “Bawang merah glowing, dengan keunggulannya yang khas, telah menjadi perhatian dalam upaya diversifikasi produk pertanian di daerah kita. Berkat peran serta para petani, yang gigih dan dukungan dari berbagai pihak, hari ini kita bisa ambil bagian dalam panen raya ini,” kata Beny.

    Glowing merupakan akronim dari gede, original, dan berwawasan lingkungan.

    Dalam laporannya, Kepala Dinas Pertanian Bantul, Joko Waluyo, menyebutkan sebagai komoditas sektor pertanian terbesar di DIY, luas area pertanian bawang merah mencapai hampir 5 ribu hektare. Satu tahun, untuk di lahan seluas 125 hektare di Imogiri tersebut akan mengalami 2 kali panen raya.

    “Di Kabupaten Bantul itu setiap bulan ada panenan bawang merah. Di lahan pasir itu kita bisa tanam empat sampai enam kali per tahun, sedang di sawah kita tanam dua kali sampai tiga kali," ujar Joko.

  2. 2. Kemajuan teknologi keuangan di sektor pertanian

    Ilustrasi menggunakan aplikasi BRImo (Dok BRI)
    Ilustrasi menggunakan aplikasi BRImo (Dok BRI)

    Pemkab Bantul merespons besarnya pasar bawang merah glowing tersebut dengan memberikan dukungan teknologi untuk memudahkan petani. Beny menyebut, integrasi kemajuan teknologi keuangan dalam sektor pertanian sangatlah penting.

    Penggunaan teknologi dalam manajemen keuangan dan pemasaran hasil pertanian, dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing petani, serta membuka peluang akses pasar yang lebih luas.

    EKI kemudian diciptakan sebagai wujud teknologi tersebut. EKI memberi perhatian khusus kepada masyarakat petani di level desa. Goalnya adalah setiap individu, terutama di tingkat desa, memiliki akses dan pemahaman yang memadai terhadap produk keuangan digital serta manfaatnya.

    “Dengan kombinasi antara inovasi di sektor pertanian dan penerapan literasi keuangan yang baik, kita dapat menciptakan ekosistem yang lebih dinamis dan inklusif bagi masyarakat desa. Melalui upaya ini, kita tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi lokal secara keseluruhan,” ujar Beny.

  3. 3. Asuransi pertanian

    Petani lahan pasir di Bantul panen bawang merah. (IDN Times/Daruwaskita)
    Petani lahan pasir di Bantul panen bawang merah. (IDN Times/Daruwaskita)

    Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, petani saat ini sudah melek dengan literasi keuangan. Artinya, dengan peluncuran Desa EKI tersebut petani siap menggunakan sistem keuangan bankable

    Petani nantinya diharuskan memiliki rekening tabungan. Tujuannya untuk mempermudah transaksi dengan mitra-mitra dagangnya.

    Menurut Halim, launching Desa EKI ini berarti bahwa petani pun sudah menggunakan sistem keuangan yang bankable. Mereka melek literasi keuangan, sehingga memudahkan aktivitas bisnis ekonomi para petani. Petani juga diharuskan punya rekening tabungan, yang akan mempermudah transaksi dengan mitra-mitra dagangnya. Apalagi menurut Halim, bawang merah produksi Bantul yang dipanen ini adalah jenis unggulan.

    “Nawungan ini adalah salah satu sentral bawang merah Bantul yang sangat bagus. Komoditinya unggulan seperti yang Anda lihat. Ini bawangnya bagus sekali lho, istilahnya bawang merah glowing dan ini kalau digoreng enak sekali," jelas Halim.

    Atas perkembangan pertanian yang menjanjikan tersebut, Pemkab Bantul pun semakin teguh untuk menjadi supplier bawang merah terbesar di DIY. Sebagai dukungan pada petani, Halim menegaskan akan meningkatkan kualitas petani, baik dari sisi budidaya bawang merah maupun sampai pemasarannya.

    Salah satu caranya dengan memberikan asuransi pada tanaman bawang merah milik petani.

    “Asuransi pertanian sudah kita terapkan di Nawungan, Selopamioro, Imogiri ini," sebut Halim.

    Halim juga mengatakan pertanian bawang merah di Bantul akan terus dikembangkan termasuk di sektor pariwisata.

    "Bahkan ini juga nanti akan kita kembangkan menjadi agrowisata. Jadi aktivitas pertanian dan aktivitas pariwisata nanti bisa berada di sini saling bersanding,” tutupnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More