Ilustrasi hotel (ANTARA FOTO/Ampelsa)
Sejauh ini, Pemda DIY masih menyusun standard operational procedure (SOP) melalui organisasi pemerintah daerah di berbagai sektor dan para mitra kerjanya.
"Kami masih pertemuan sama asosiasi," kata Sultan.
Menurut Sultan, hal ini butuh waktu. Pasalnya, pihaknya juga harus memastikan prosedur tetap atau protap ini bisa dipatuhi semua pihak. Semisal, dari sektor pariwisata.
"Hotel, restoran, sanggup gak dia ngontrol jaga jarak, nyediakan fasilitas cuci tangan, secara periodik kursinya dan sebagainya dilap. Karena itu mungkin banyak orang itu tangannya pegang. Dia sanggup nggak, kalau dia nggak sanggup seperti itu kan akan punya problem baru," papar Sultan.
Lalu, masih ada dari sektor pendidikan, perdagangan dan perindustrian, transportasi, dan lain sebagainya yang tak kalah penting. Sosialisasi harus menjalar, bahwa tatanan kehidupan baru ini akan ada selama manusia hidup berdampingan dengan COVID-19.
"Perlu pendekatan yang lebih spesifik. Di pasar apa bisa (menerapkan protap new normal), jangan terus merasa justru di new normal terus merasa 'wah aku wis bebas', bukan itu," ujar Sultan.