Presiden Jokowi menerima surat undangan dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 10 Kelurahan Gambir, Jakarta Pusat (dok. Sekretariat Presiden)
Uceng dalam acara Nonton Bareng Film Dirty Vote dan Diskusi Kecurangan Pemilu, Kuliah Umum Departemen Hukum Tata Negara UGM, Selasa (13/2/2024), menjelaskan, sasaran tembak pertama yaitu kekuasaan yang digunakan secara serampangan oleh Presiden Jokowi. "Karena tembakan di situ, kemudian ada paslon yang dekat sekali dengan dia, ya dia kena banyak. Sesederhanan itu logikanya," kata Uceng.
Jika ada yang mengatakan film ini tidak berimbang, Uceng menyebut lantaran salah satu paslon tersebut dirasa paling dekat dengan Jokowi, dibandingkan lainnya. "Kalau dikatakan tidak berimbang, karena memang paslon itu yang paling mepet, yang dihajar kan itu," ucap Uceng.