Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pedagang Pasar Terdampak MBG, Ini Respons Pemkab Bantul
Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta.(Dok.Diskominfo Bantul)
  • Pedagang pasar di Bantul mengeluhkan penurunan pendapatan sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan karena dapur MBG membeli bahan dari supplier, bukan dari pedagang lokal.
  • Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta menjelaskan kebutuhan besar MBG untuk ribuan siswa membuat mereka memilih supplier agar pasokan stabil, namun ia menilai dampaknya tidak terlalu signifikan.
  • Pemkab Bantul berjanji akan mengevaluasi dan menindaklanjuti keluhan pedagang pasar jika terbukti program MBG benar-benar memengaruhi pendapatan mereka secara nyata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bantul, IDN Times - Pedagang pasar di Kabupaten Bantul mengeluh pendapatan turun hingga tidak pernah ada petugas dapur MBG membeli.

Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta mengaku efek MBG bisa saja berdampak pada pedagang pasar, meski hal itu tidak sepenuhnya ibenar. ‎"Jadi karena kebutuhan sembako MBG itu dalam jumlah banyak dan berkelanjutan sehingga MBG membeli dari supplier, dan tidak membeli ke pedagang besar," ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

1. ‎MBG butuh sembako untuk memenuhi kebutuhan ribuan siswa

Siswa TK Negeri 2 Sekayu saat menikmati menu MBG. (IDN Times/Yuliani)

Menurutnya kebutuhan sayur untuk keluarga jumlahnya hanya untuk kebutuhan satu keluarga. Namun kebutuhan untuk MBG untuk melayani ribuan siswa dari PAUD hingga SMA.

‎‎"Jadi saya kira tidak mengganggu secara signifikan," tandasnya.

2. ‎Akan lakukan evaluasi

Pedagang pasar di Kabupaten Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)

Meski demikian Aris mengaku keluhan dari pedagang pasar akan dipelajari. Jika memang berdampak tentunya akan dievaluasi agar tidak mengganggu pendapataan pedagang pasar.

‎‎"Ya keluhan pedagang pasar akan kita tindak lanjuti," katanya.

3. ‎Keluhan pedagang pasar terhadap program MBG

Pimpinan DPRD monitoring harga sembako di Pasar Angkruksari, Kretek, Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)

Sebelumnya diberitakan salah satu pedagang di Pasar Angkruksari, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Wening (45) mengaku sejak adanya MBG permintaan kebutuhan pokok turun cukup signifikan.

‎‎"Ibu rumah tangga mengurangi pembelian untuk kebutuhan makan sehari-hari karena anaknya sudah mendapatkan pengganti makan siang. Sedangkan kantin-kantin di sekolah atau warung di sekitar sekolah jualannya tidak laku sehingga mengurangi pembelian kebutuhan pokok," ujarnya di sela-sela acara monitoring harga sembako oleh pimpinan DPRD Bantul di Pasar Angkruksari, Kamis (26/2/2025).

‎‎Pekerja dapur MBG juga tidak pernah membeli bahan pokok untuk menu makanan dari pedagang di pasar. Mereka membeli dari supplier dengan harga yang lebih murah dibandingkan membeli dari pedagang di pasar.

‎"Ya MBG itu untungkan bagi saudagar-saudagar yang semakin kaya namun pedagang pasar semakin terpuruk," jelasnya.

Editorial Team