PBNU Netral di Pilpres, Tiru Sri Sultan Menjaga Kebersamaan

Yogyakarta, IDN Times - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf memastikan organisasi yang ia pimpin netral alias tak mendukung paslon mana yang berkontestasi di Pipres 2024.
"PBNU tetap dalam posisi tidak terlibat dalam dukung mendukung," kata sosok yang akrab disapa Gus Yahya itu selepas bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Senin (29/1/2024).
1. Jadikan Sultan sebagai inspirasi

Gus Yahya menjadikan Sultan sebagai inspirasi untuk selalu menjaga kebersamaan selama dinamika kontestasi politik lima tahunan ini.
"Kita akan berusaha menjalankan peran meniru Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X ini menjaga kebersamaan masyarakat," ungkap Gus Yahya.
2. Boleh berpolitik praktis, asal cuti

Gus Yahya secara pribadi tak melarang jika terdapat pengurus PBNU yang masuk dalam tim pemenangan paslon Pilpres 2024. "Tapi, mereka harus melakukan kewajiban yakni mengambil cuti dari kepengurusan dan tak membawa-bawa nama PBNU," ucapnya.
3. Santai dituding tak netral

Gus Yahya pun terlihat santai saat sejumlah pihak menuding PBNU sudah tidak netral dan kurang menjaga jarak dengan paslon tertentu di Pilpres 2024. Dia menyebut hal itu sebagai bentuk kebebasan berpendapat.
"Ya monggo, silakan saja. Semua orang kan boleh menyampaikan aspirasi masing-masing. PBNU mau menyerukan apalagi, kita sudah sejak awal secara organisasi Nahdlatul Ulama tidak terlibat, tapi pribadi-pribadi silakan," ujar Gus Yahya.




















