Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pasien Isoman di Sleman Kini Bisa Memperoleh Obat Gratis

Kab. Sleman
Pasien Isoman di Sleman Kini Bisa Memperoleh Obat Gratis
ilustrasi obat-obatan (IDN Times/Mardya Shakti)
Share Article

Sleman, IDN Times - Pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di Kabupaten Sleman mulai bisa memperoleh obat-obatan gratis.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengungkapkan, layanan pemberian obat gratis bagi pasien isoman ini ditujukan agar pasien isoman bisa lekas pulih dan tidak mengalami perburukan hingga menimbulkan hal yang tidak diinginkan.

  1. 1. Pasien melapor ke puskesmas terdekat

    Illustrasi petugas medis menggunakan APD lengkap. IDN Times/Nofika Dian Nugroho
    Illustrasi petugas medis menggunakan APD lengkap. IDN Times/Nofika Dian Nugroho

    Kustini menjelaskan, bagi pasien yang dinyatakan positif COVID-19 dan menjalani isolasi mandiri bisa melaporkan diri ke puskesmas. Adapun saat melapor pasien diminta untuk membawa fotokopi KTP, nomor ponsel, surat domisili, lokasi isolasi dan surat keterangan positif dari laboratorium atau layanan kesehatan.

    "Selanjutnya puskesmas akan mendistribusikan obat tersebut atau obat bisa diambil sendiri oleh tetangga atau saudara yang dekat dengan puskesmas," ungkapnya pada Kamis (15/7/2021).

  2. 2. Pasien akan dipilah berdasarkan macam gejalanya

    ilustrasi interaksi obat-obatan (unsplash.com/hikendal)
    ilustrasi interaksi obat-obatan (unsplash.com/hikendal)

    Selain melaporkan diri ke puskesmas, saat ini Pemkab Sleman juga telah mendorong agar Satgas tingkat RT untuk mendata nama dan alamat pasien positif yang menjalani isolasi mandiri. Selanjutnya, nama-nama yang masuk aman dipilah mana yang membutuhkan kunjungan dokter dan obat mana yang akan diberikan.

    Kustini mengatakan, ada tiga macam obat yang disediakan, yakni obat untuk isoman tanpa gejala, gejala ringan, gejala sedang, dan gejala sedang yang mengalami anosmia.

    “Yang mendapatkan obat ini warga Sleman dan yang masyarakat yang berdomisili di Sleman. Kita berharap ini inovasi dan solusi tepat terhadap situasi yang ada,” katanya.

  3. 3. Maksimalkan layanan puskesmas

    default-image.png
    Default Image IDN

    Selain layanan obat gratis, Pemkab Sleman juga akan memaksimalkan pelayanan puskesmas dalam pengawasan pasien isoman di rumah maupun di selter. Sejauh ini ada 25 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Sleman dan 10 di antaranya beroperasi 24 jam.

    Kustini menjelaskan, 10 puskesmas yang membuka layanan 24 jam ini di antaranya puskesmas Minggir, Seyegan, Mlati 2, Godean, Kalasan, Berbah, Tempel 1, Turi, Ngemplak dan Sleman. Layanan 24 jam sendiri diutamakan untuk kasus emergency dan kasus-kasus ibu hamil inpartu. Untuk kasus ibu bersalin normal dengan COVID-19 telah dipersiapkan puskesmas Sleman, Berbah, Godean 1, dan Mlati 2.

    "Masyarakat yang merasa kurang sehat dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan masyarakat di puskesmas terdekat untuk dapat sesegera mungkin mengetahui kondisi kesehatannya," paparnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More