Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto(doc.Diskominfo Bantul)
Sementara, Panglima Hadi Tjahjanto mencermati perkembangan COVID-19 di Bantul yang masih tinggi dan berfluktuatif, dia menekankan pentingnya pembatasan mobilitas masyarakat, tracing juga diperbanyak, Kepala Puskesmas diminta untuk memeriksa ketersediaan Antigen, kelaikan PCR, dan sesuai perintah Presiden untuk menurunkan indeks mobilitas, harus meningkatkan testing dan tracing, serta menyiapkan isolasi terpadu dan percepatan vaksinasi.
“TNI/Polri siap membantu penanganan COVID-19 di Kabupaten Bantul, baik untuk testing, tracing maupun vaksinasi, kami siap membantu untuk tenaga-tenaga itu, tracer yang kita miliki harus dioptimalkan untuk melawan virus yang tidak mengenal hari libur dan terus merambah ini,“ terang Panglima TNI.
Panglima TNI menambahkan, isoman harus masuk isoter (isolasi terpadu) agar bisa menekan angka orang terkonfirmasi positif COVID-19, dan dalam minggu depan ini Panglima TNI akan mengirim 200 ribu dosis vaksin yang nantinya akan dikelola oleh Polri dan Puskesmas, selanjutnya untuk menambah tenaga kesehatan, 125 dokter di Wiswa Atlet akan diperbantukan di Bantul.
Panglima TNI mengharapkan, dengan dilaksanakan vaksinasi secara cepat dan kerja sama penanganan COVID-19 oleh Pemkab, TNI/Polri dapat menyembuhkan sekaligus mengurangi angka orang terkonfirmasi positif sehingga kembali bisa membangkitkan perekonomian masyarakat.
Pada kesempatan itu Panglima TNI beserta rombongan meninjau langsung vaksinasi massal di Kampung Mataraman Sewon Bantul, dilanjutkan meninjau penanganan COVID-19 di Kabupaten Sleman.