Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Olah Sampah Organik, Pemkot Jogja Libatkan TP PKK hingga RT

Olah Sampah Organik, Pemkot Jogja Libatkan TP PKK hingga RT
ilustrasi sampah organik (pexels.com/SHVETS production)
Intinya Sih
  • Pemerintah Kota Yogyakarta gencarkan Gerakan Organikkan Jogja untuk mengurangi volume sampah di kota.
  • Sosialisasi gerakan melibatkan kader TP PKK dan kerjasama dengan forum bank sampah di wilayah, dengan hasil olahan sampah organik bisa menjadi pupuk kompos atau pakan ternak.
  • Aman mendorong pengelolaan sampah yang baik, sejalan dengan tema Jambore Pemuda Daerah tahun 2024 yang fokus pada lingkungan hidup dan harapan Gresek tidak hanya berhenti pada kegiatan pembersihan, tetapi juga pengelolaan dengan pemilahan sampah organik dan anorganik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta gencarkan Gerakan Organikkan Jogja sebagai upaya menekan volume sampah di Kota Yogyakarta. Gerakan ini mendorong masyarakat mengolah sampah organik mulai dari rumah sehingga jumlah sampah yang dibuang akan semakin berkurang.

"Sosialisasi gerakan ini akan dimulai dengan melibatkan kader TP (Tim Penggerak) PKK Kota Yogya. Para kader TP PKK akan turun hingga berbasis RT. Salah satunya lewat pertemuan RT seperti arisan. Ini akan kita galakkan mulai minggu depan," ujar Sekda Kota Yogya, Aman Yuriadijaya, Senin (8/7/2024).

1. Gandeng forum bank sampah

ilustrasi membuat kompos (freepik.com/freepik)
ilustrasi membuat kompos (freepik.com/freepik)

Tak sampai di situ, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta juga akan bekerja sama dengan forum bank sampah di wilayah itu yang jumlahnya mencapai 2.000 titik. Menurut Aman, hasil dari pengolahan sampah organik tersebut dapat diolah oleh warga menjadi berbagai macam manfaat. 

Olahan sampah organik tersebut dapat dijadikan pupuk kompos, jika sampah organik diolah dengan metode biopori. "Kemudian untuk yang belum diolah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak," jelasnya.

2. Berbagai kegiatan harus perhatikan pengelolaan sampah

ilustrasi daur ulang sampah dapur (freepik.com/freepik)
ilustrasi daur ulang sampah dapur (freepik.com/freepik)

Dalam berbagai kegiatan, Aman juga mendorong pengelolaan sampah yang baik. Seperti saat Jambore Pemuda Daerah tahun 2024, pada 5-7 Juli 2024. Ia mengatakan tema Jambore Pemuda Daerah tahun ini tidak jauh dengan tematik lingkungan hidup. Hal itu sejalan dengan permasalahan yang dihadapi Kota Yogyakarta yakni sampah karena harus dikelola di tingkat kota dengan kebijakan desentralisasi pengelolaan sampah.

“Yang harus menjadi perhatian adalah sampah. Sekarang sampah harus dikelola sendiri Kota Yogyakarta. Maka tugas kita mendorong sampah dikelola,” kata Aman.

3. Dukung gerakan gresek

ilustrasi sampah daur ulang (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi sampah daur ulang (pexels.com/cottonbro studio)

Aman berharap Gerakan Resik-resik Kota (Gresek) yang digagas Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta tidak hanya berhenti pada kegiatan pembersihan. Tapi juga harus ada pengelolaan dengan melibatkan para pemuda seperti peserta Jambore Pemuda Daerah. Pengelolaan sampah dengan pemilahan sampah organik dan anorganik. Aman menyebut 60 persen sampah adalah sampah organik dan sisanya sampah anorganik.

“Kita harus menyiapkan apa yang harus dilakukan terhadap sampah anorganik dan organik. Oleh karenanya saya ingin (pemuda) mulai memikirkan itu. Untuk yang anorganik, bawalah ke bank sampah,” paparnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More