Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Nelayan di Bantul Belum Melaut Meski Gelombang Melandai, Ini Penyebabnya

Angin kencang melanda Pansela Bantul sebabkan nelayan gagal melau
Angin kencang melanda Pansela Bantul sebabkan nelayan gagal melaut.(IDN Times/Daruwaskita)
Intinya sih...
  • Nelayan di Bantul belum melaut karena angin kencang dan gelombang tinggi
  • Gelombang terlihat pasang akibat angin kencang, tetapi pantai aman untuk dikunjungi
  • Wisatawan diminta waspada dan tidak mandi di laut karena aktivitas nelayan berhenti total
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bantul, IDN Times - Nelayan di Kabupaten Bantul belum melaut meski gelombang tinggi yang sempat terjadi beberapa hari terakhir mulai melandai. ‎Salah satu nelayan Pantai Depok, Bantul, Warsiman mengatakan gelombang saat ini rata-rata ketinggiannya mencapai 2,3 meter dan aman bagi nelayan. Namun, adanya angin kencang disertai hujan menyebabkan nelayan tak berani melaut.

‎"Gelombangnya sebenarnya sudah mulai landai namun angin cukup kencang sehingga nelayan tak ada yang berani melaut," ucapnya, Jumat (29/8/2025).

Warsiman menjelaskan nelayan sudah tidak menangkap ikan selama tiga hari ini. "Sudah tiga hari ini nelayan tidak melaut," tambahnya lagi.


1. Nelayan sebut saat ini musim angin timuran

Gelombang pasang terjang warung dan rumah makan seafood Pantai Depok.
Gelombang pasang terjang warung dan rumah makan seafood Pantai Depok.(IDN Times/Daruwaskita)

Warsiman yang akrab disapa Titor ini mengaku dengan kondisi gelombang dan kondisi angin kencang yang kemungkinan berlangsung sampai tanggal 1/9/2025 dipastikan aktivitas melaut bagi nelayan berhenti total.

‎‎"Bagi nelayan gelombang dengan ketinggian 2,5 meter tidak masalah selama tidak ada angin kencang. Tapi ya gimana lagi wong lagi musim timuran, pasti anginnya kencang dan kadang ditambah hujan lebat," jelas nelayan asal Cilacap ini.

2. Angin kencang sebabkan gelombang terlihat pasang

Wisatawan di Pantai Parangtritis Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)
Wisatawan di Pantai Parangtritis Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah III, Bantul, Muhammad Arief Nugroho mengatakan ketinggian gelombang terbilang normal. Hanya, kata Arief, karena adanya angin kencang menyebabkan gelombang terlihat seperti gelombang pasang tinggi.

‎‎"Ya karena angin kencang menyebabkan gelombang seakan-akan tinggi padahal sebenarnya pasang normal saja," ungkapnya.

Arief menjelaskan b‎agi wisatawan yang akan berkunjung ke pantai tidak ada masalah. Namun, wisatawan diminta untuk tidak mandi di laut, apalagi mandi pada daerah yang ada palungnya.

‎‎"Pantai tetap aman dikunjungi, asal menaati imbauan dari petugas SAR," katanya.

3. Wisatawan diminta waspada

Kapal nelayan di Pantai Depok, Bantul (IDNTimes / Febriana Sinta)
Kapal nelayan di Pantai Depok, Bantul (IDNTimes / Febriana Sinta)

Sementara itu, Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah IV, Bantul, Nugroho mengatakan gelombang pantai cenderung melandai namun demikian kencangnya angin menyebabkan aktivitas nelayan berhenti total.

‎‎"Kalau sudah ada angin, meski gelombang normal pasti aktivitas nelayan libur," ungkapnya.

‎"Untuk wisatawan kita minta tetap waspada, jangan mandi di laut karena berbahaya," jelasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us