Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri Pertanian Janji Sawah di Kuwaru Bantul Tak Banjir Lagi
Gerakan tanam padi di lahan bekas banjir di Padukuhan Kuwaru, Kalurahan Poncosari Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul.(IDN Times/Daruwaskita)
  • Pemerintah turun tangan atasi lahan pertanian langganan banjir di Bantul
  • Menteri Pertanian RI memastikan penanganan sungai oleh BBWSO dalam 6 bulan
  • Kementan berikan bantuan bibit padi, pompa air, dan alat tanam untuk meningkatkan produktivitas petani
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bantul, IDN Times - Pemerintah turun tangan mengatasi lahan pertanian yang menjadi langganan banjir di Padukuhan Kuwaru, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Bantul. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman memastikan lahan pertanian seluas 200 hektare yang menjadi langganan banjir segera teratasi tahun ini.

"Jadi penyebab banjir ini tahunan, saat musim penghujan kan aliran sungai tidak lancar sehingga meluap ke lahan pertanian. Kita minta kepada BBWSO untuk menangani sungai sepanjang enam kilometer agar tidak lagi meluap," katanya usai acara tanam Gerakan Tanam Padi di lahan pertanian Padukuhan Kuwaru, Rabu (15/1/2025).

Mentan meminta Balai Besar Wilayah Sungai Serayu dan Opak (BBWSO) segera memperbaiki sungai dalam waktu enam bulan ke depan, atau lebih cepat agar ratusan hektare lahan pertanian tak lagi tergenang. "Ya kalau bisa enam bulan sudah selesai penanganan sungai oleh BBWSO," ungkapnya.

 

1. Petani bisa panen tiga kali setahun

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman.(IDN Times/Daruwaskita)

Andi Amran mengatakan setelah masalah sungai teratasi petani dalam satu tahun bisa tanam tiga kali dan panen tiga kali. Sebab sebelumnya ada istilah tanam tujuh kali hanya panen satu kali akibat lahan terendam banjir yang diakibatkan aliran sungai terhambat hingga air meluap ke lahan pertanian yang menyebabkan petani gagal panen.

"Petani sudah tahunan menderita akibat banjir di lahan pertanian. Ini solusi tuntas yang diberikan oleh Kementan kepada petani di Padukuhan Kuwaru," jelasnya

 

2. Kementan beri bantuan bibit

Gerakan tanam padi di lahan bekas banjir di Padukuhan Kuwaru, Kalurahan Poncosari Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul.(IDN Times/Daruwaskita)

Andi Amran menambahkan Kementan juga memberikan bantuan bibit padi lima ton bagi petani yang lahannya kebanjiran. Selain itu, juga diberikan bantuan pompa air, alat untuk menanam padi hingga bantuan yang lainnya. "Harapan kita produktivitas meningkat karena bisa tanam tiga kali dalam satu tahun dan panen juga meningkat dan pada akhirnya kesejahteraan petani juga meningkat," ungkapnya.

3. Banjir sudah berlangsung 10 tahun

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Joko Waluyo.(IDN Times/Daruwaskita)

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Joko Waluyo, mengatakan banjir yang melanda lahan pertanian di Padukuhan Kuwaru ini sudah berlangsung 10 tahun dan belum ada solusinya. Kedatangan Menteri Pertanian ini diharapkan bisa mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh ratusan petani di Padukuhan Kuwaru dan sekitarnya.

"Dan tadi Pak Mentan sudah memberikan solusinya bahkan memberikan bantuan lainnya untuk menunjang produktivitas tanaman pertanian khususnya tanaman padi," ujarnya.
Di kawasan Kalurahan Poncosari kata Joko ke depan akan dikembangkan sebagai sentra pertanian tidak hanya tanaman padi namun juga tanaman holtikultura seperti jagung, bawang merah hingga cabai. Masih terdapat lahan pasir yang cukup luas dan belum maksimal dimanfaatkan oleh petani.

"Pekan depan kita akan tanam bibit jagung bekerja sama dengan Polda DIY. Program ini untuk mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan yang menjadi program dari Presiden Prabowo," ucapnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team