Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Melbi Soroti HAM hingga Militer di Ranah Sipil di Cherrypop 2026
Penampilan Majelis Lidah Berduri di Cherrypop Festival 2026, Sabtu (22/8/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
  • Cherrypop Festival 2026 di Kompleks Candi Prambanan menjadi panggung penyampaian isu sosial-politik, selain pertunjukan musik dari sejumlah musisi.
  • Majelis Lidah Berduri menyoroti dugaan upaya melupakan pelanggaran HAM masa lalu, keterlibatan militer di ranah sipil, serta mengajak publik merekam dan menyuarakan persoalan.
  • Teknoshit mengkritik praktik adu domba dan penindasan dalam politik-pemerintahan, mengajak persatuan, serta mendoakan korban bencana di NTT, Kalimantan, dan wilayah lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sleman, IDN Times - Gelaran Cherrypop Festival 2026 di Kompleks Candi Prambanan, Sabtu (22/8/2026), tak hanya menjadi ruang bagi penikmat musik untuk menikmati penampilan sejumlah musisi. Sejumlah persoalan sosial dan politik turut disuarakan dari atas panggung.

Salah satunya disampaikan Majelis Lidah Berduri (Melbi) saat tampil di Nanaba Stage. Vokalis Melbi, Ugoran Prasad, menyinggung persoalan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masa lalu yang menurutnya berusaha dilupakan. Sebelum membawakan lagu 'Bioskop, Pisau Lipat', Ugoran mengajak penonton untuk terus mengingat berbagai peristiwa masa lalu.

“Seluruh sistem itu disulap untuk kita melupakan. Ini tahun-tahun kita untuk terus mengingat,” kata Ugoran dari atas panggung.

1. Soroti keterlibatan tentara di ranah sipil

Penampilan Majelis Lidah Berduri di Cherrypop Festival 2026, Sabtu (22/8/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Kritik juga diarahkan terhadap berbagai program pemerintah terkini yang melibatkan tentara dalam pelaksanaannya. Hal tersebut disampaikan Ugoran sebelum membawakan lagu 'Dapur, NKK/BKK'. 

Menurutnya, lagu tersebut merupakan karya lama yang kembali relevan dengan situasi saat ini. Salah satu penggalan lirik, yakni "Kota sudah dikepung tentara". Ugoran kemudian mengaitkan lirik tersebut dengan semakin banyaknya peran militer dalam berbagai ranah sipil. 

Penampilan Melbi juga diperkuat dengan visual yang ditampilkan pada layar latar panggung. Sejumlah pemberitaan mengenai kasus keracunan yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditampilkan sebagai bagian dari visual pertunjukan. Hingga tulisan ‘Kembalikan ke Barak’, sebagai desakan agar militer tidak masuk ranah sipil.

2. Mengajak melihat berbagai persoalan dan berani bersuara

Penampilan Majelis Lidah Berduri di Cherrypop Festival 2026, Sabtu (22/8/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Tak hanya isu nasional, berbagai persoalan yang terjadi di daerah juga menjadi perhatian Melbi. Ugoran menilai berbagai kondisi tersebut perlu terus dicatat dan diingat agar tidak hilang begitu saja. "Keadaan genting dan butuh selalu diingat, butuh selalu direkam," katanya.

Ia juga mengajak penonton untuk tidak menganggap kecil suara yang mereka miliki. Menurutnya, sekecil apa pun suara masyarakat tetap memiliki arti ketika digunakan untuk menyuarakan keadaan. "Seberapa pun kecil suaramu terus bisa bersuara," ujar Ugoran.

3. Teknoshit juga lontarkan kritik dari Chili Stage

Penampilan Teknoshit di Cherrypop Festival 2026, Sabtu (22/8/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Kritik terhadap pemerintah juga terdengar dari Chili Stage melalui penampilan Teknoshit. Vokalis Teknoshit, Digie Sigit, menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi politik dan pemerintahan saat ini.

Di hadapan penonton Cherrypop Festival 2026, Digiesigit menyinggung apa yang disebutnya sebagai praktik adu domba dan penindasan. “Rezim yang fasis hanya adu domba. Kita hanya bisa bersatu. Lawan penindasan,” kata Digie Sigit.

Selain menyampaikan kritik, ia juga mengajak penonton untuk mendoakan para korban bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article