Mbah Sarjo dan Jemaah asal YIA Mulai Masuk Makkah

- Mbah Sarjo, jemaah haji tunanetra asal Kulon Progo, tiba di Makkah bersama kloter pertama Yogyakarta (YIA 1) setelah perjalanan panjang dari Madinah.
- Hingga Kamis siang, total 753 jemaah Indonesia telah tiba di Makkah, dengan 12 kloter tambahan dijadwalkan datang hari itu, mencapai sekitar 4.871 jemaah.
- Abdul Basir melaporkan sudah 140 kloter atau 54.398 jemaah mendarat di Madinah, termasuk lebih dari 11 ribu lansia yang mendapat layanan ramah dan responsif dari PPIH.
Makkah, IDN Times - Penantian panjang dan pengorbanan Sarjo Utomo (71) akhirnya bermuara di Tanah Haram. Jemaah haji tunanetra asal Kulon Progo, Yogyakarta, yang rela menjual kebunnya demi berhaji ini, resmi menginjakkan kaki di Kota Makkah pada Kamis (30/4/2026) siang Waktu Arab Saudi (WAS).
Ketibaan Mbah Sarjo yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama Yogyakarta (YIA 1) ini menandai dimulainya fase jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah. Mengenakan dua helai kain ihram putih, Mbah Sarjo tampak dibantu dengan penuh kehati-hatian oleh para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) saat turun dari pintu bus VIP berwarna merah. Mengingat kondisi fisik dan usianya yang telah senja, petugas dengan sigap langsung memapah dan mendudukkannya di kursi roda yang telah disiapkan di area kedatangan.

Raut bahagia, syukur, yang bercampur dengan rasa haru tak bisa disembunyikan dari wajah Mbah Sarjo dan ratusan jemaah lainnya saat tiba di Al Asalah Al Bakkiya Hotel yang berada di kawasan Misfalah, Makkah. Kedatangan rombongan perdana yang diangkut menggunakan 13 armada bus berisi 360 jemaah ini mendapat sambutan hangat dari para petugas haji Indonesia hingga pihak syarikah Arab Saudi.
Hingga Kamis (30/4/2026) siang, tercatat sebanyak 753 jemaah haji Indonesia telah tiba di Makkah. Namun, arus kedatangan di Kota Makkah tidak akan berhenti sampai di situ. Sepanjang hari ini, dijadwalkan akan ada 12 kloter jemaah haji Indonesia yang tiba secara bergelombang untuk melaksanakan ibadah umrah wajib.
Belasan kloter tersebut berasal dari berbagai daerah, yakni embarkasi Yogyakarta (YIA 1), Jakarta-Pondok Gede (JKG 1), Kualanamu (KNO 1), Palembang (PLM 1), Kertajati (KJT 1), Lombok (LOP 1), Solo (SOC 1), Batam (BTH 1), Makassar (UPG 1 dan UPG 2), serta Jakarta-Bekasi (JKS 1 dan JKS 2). Bila diakumulasikan, total akan ada 4.871 tamu Allah dari Indonesia yang memadati Makkah pada hari pertama pergeseran ini.

Sementara Makkah mulai bersiap menyambut jemaah, operasional pendaratan di Madinah juga terus mencatatkan angka yang masif. Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, menyampaikan pembaruan data terkini langsung dari Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (30/4/2026) pukul 07.00 WAS, Abdul Basir merinci bahwa hingga hari ini, sudah ada 140 kloter dari berbagai embarkasi di Tanah Air yang sukses mendarat di Madinah.
“Sudah ada 140 kloter dari total 267 kloter yang terjadwal landing di bandara Madinah, dengan total 54.398 jemaah, dan lansia tercatat sebanyak 11.576 jemaah,” papar Abdul Basir.
Dengan tingginya angka jemaah lanjut usia yang mencapai lebih dari 11 ribu orang, pemerintah melalui PPIH terus berkomitmen memaksimalkan layanan yang responsif dan ramah lansia di setiap titik pergerakan. Hal ini demi memastikan setiap jemaah, layaknya Mbah Sarjo, dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan bermartabat hingga puncak haji mendatang


















