Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Makan Bergizi Gratis di Gunungkidul Belum Dilakukan, Ini Penyebabnya
ilustrasi makan bergizi gratis (IDN Times/ Riyanto)
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum bisa dilaksanakan di sekolah-sekolah di Kabupaten Gunungkidul karena perbaikan minor dapur sehat.
  • Perbaikan yang harus diselesaikan meliputi keretakan bangunan, akses jalan masuk ke dapur sehat, dan tambahan unit kendaraan untuk distribusi makanan.
  • Dapur Sehat Kodim akan melayani empat sekolah pilot project progam MBG serta ibu hamil, menyusui, dan balita dalam radius 3-5 kilometer. Armada tambahan diperlukan untuk mendukung program ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Gunungkidul, IDN Times - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum bisa dilaksanakan di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Gunungkidul.
Komandan Kodim 0730, Gunungkidul, Letkol Inf Roni Hermawan mengatakan belum terlaksananya program MBG di Bumi Handayani lebih disebabkan adanya perbaikan minor dapur sehat.

"Ya kita terus melakukan persiapan. Dapur kami belum bisa dioperasikan karena ada pembenahan minor," katanya, Selasa (14/1/2025).

 

1. Jalan masuk ke dapur perlu pengerasan

Komandan Kodim 0730, Gunungkidul, Letkol Inf Roni Hermawan.(Dok.Istimewa)

Menurut Roni Hermawan, perbaikan dapur yang harus diselesaikan seperti keretakan pada bangunan di sekitar Kantor Kodim 0730. Keretakan itu terjadi akibat curah hujan bulan Januari yang menyebabkan tanah yang mengandung kapur ketika terkena air menjadikan lantai terangkat. "Jadi tanah yang terangkat akibat hujan menyebabkan kerusakan pada lantai," ucapnya.

Kerusakan lain yang perlu perbaikan yakni akses jalan masuk ke dapur sehat. Akses jalan tersebut perlu dilakukan pengerasan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul.

 

2. Perlu tambahan kendaraan

Ilustrasi mempersiapkan menu MBG.(IDN Times/Daruwaskita)

Roni Hermawan menambahkan untuk kekurangan yang lain adalah tambahan unit kendaraan yang digunakan untuk distribusi makanan. "Saat ini kami baru memiliki dua kendaraan, itu bisa memuat 1.000-1.500 bok makanan," ucapnya

Terkait dengan pelaksanaan, Roni Hermawan mengaku belum bisa memastikan. "Kalau saya tidak mau menunda-nunda karena ini program dari Presiden Prabowo Subianto, jadi saya tetap harus mendukung," ucapnya.

3. Ibu hamil dan balita juga jadi sasaran

Ilustrasi makan bergizi gratis di sekolah. (IDN Times/Inin Nastain)

Jika nantinya sudah beroperasi Dapur Sehat Kodim bakal melayani sekitar empat sekolah pilot project progam MBG. Sekolah yang menjadi sasaran MBG itu yakni SDN 1 Wonosari, SMP 1 Wonosari, SMA 1 Wonosari, dan SMK 3 Wonosari. Selain itu, Program MBG akan menyasar ibu hamil dan menyusui serta balita yang berada di sekitar Dapur Sehat tersebut.
"Nanti kami melayani radius untuk 3-5 kilometer, makanya dibutuhkan armada tambahan tadi," katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article