Ilustrasi konseling. (Pixabay.com/nastya_gepp)
Orchid Violeta Arbaroni menambahkan pada awal e-konseling, pengguna diminta mengisi biodata sesuai keadaan sebenarnya. Lalu diberikan edukasi tentang apa yang dilakukan agar orang asing tidak menyentuh tubuh. Setelah itu masuk layanan konseling.
"Seorang yang mengalami pelecehan seksual membutuhkan seorang pendamping atau konselor untuk mencegah permasalahan mental yang bisa terjadi," katanya.
Untuk mulai mendampingi konselor harus melakukan beberapa tahapan, seperti pencarian informasi melalui media untuk mengetahui pendekatan apa yang akan digunakan. Tahap pendekatan antara konselor dan korban yang disesuaikan dengan usianya, dan tahap orientasi untuk menggali semua data korban agar dapat diidentifikasi. Kemudian, tahap kerja bagaimana konselor memberikan solusi kepada korban dan tahap terminasi yaitu solusi yang diberikan oleh konselor untuk meningkatkan fungsi sosial, rasa identitas terhadap dirinya, dan pengembangan perilaku yang lebih adaptif.
"Dengan adanya pendampingan terhadap korban diharapkan dapat meminimalisir adanya dampak negatif yang menyerang psikis. Hal ini juga dapat memberikan dorongan pada korban untuk mengembalikan tingkat percaya diri dan menghilangkan anggapan-anggapan negatif yang menghambat untuk berkembang," katanya.