Sementara itu, Faridatul Liana menambahkan untuk bisa membuat hasil yang sempurna, timnya membuat pakan lele dalam 3 konsentrasi yaitu perbandingan eceng gondok dan keong sawah 1:1, 1:2 dan 2:1. Untuk perbandingan 1:1 bahannya eceng gondok 150 gram, keong sawah 150 gram, dedak 50 gram, tepung jagung 50 gram dan tepung kanji 25 gram.
Untuk perbandingan 1:2 berbahan eceng gondok 75 gram, keong sawah 150 gram, dedak 50 gram, tepung jagung 50 gram dan tepung kanji 25 gram. Terakhir, untuk perbandingan 2:1 berbahan eceng gondok 150 gram, keong sawah 75 gram, dedak 50 gram, tepung jagung 50 gram dan tepung kanji 25 gram.
Dari hasil perbandingan tersebut, dan setelah diteliti didapati jika pakan dengan perbandingan 2:1 dapat menggantikan penggunaan pelet pabrik secara optimum dibandingkan dengan perbandingan 1:1 dan 1:2. Faridatul menjelaskan, ketika benih ikan lele yang berumur 1 minggu dengan panjang 0,13 meter dan berat 0,15 kg diberikan pakan ini, dalam 1 bulan panjang lele bertambah 0,03 meter dan berat bertambah 0,04 kg. Setelah 2 bulan panjangnya menjadi 0,28 meter dan berat 0,39 kg.
"Berdasarkan pertumbuhan ikan lele, ikan tumbuh dan berkembang dengan baik setelah beradaptasi dengan lingkungan selama seminggu," jelasnya.
Bukan hanya bisa tumbuh dengan baik, pakan buatan timnya ini juga tidak mengandung bahan kimia pabrik yang dapat mengurangi kadar protein yang terkandung di dalam ikan lele. Sehingga ikan lele yang dihasilkan aman dan baik untuk dikonsumsi.