Sleman, IDN Times - Tim mahasiswa UGM mengembangkan Polpay, sistem pembayaran digital yang memungkinkan pengguna bertransaksi hanya dengan sidik jari. Teknologi ini dirancang sebagai alternatif pembayaran yang lebih praktis tanpa harus membuka ponsel atau memindai kode QR.
Polpay dikembangkan oleh lima mahasiswa, yakni Tiara Ramadhani, Al Farabi Obiansyah, Marcelino Budi Prakasya, M. Fakhri Ghonim Styanda, dan M. Rakhma Aifil Indira. Dari ide awal, kini menghasilkan prototipe perangkat pembayaran berbasis biometrik.
Cara menggunakannya cukup sederhana. Pengguna mendaftarkan satu rekening dan dua sidik jari dari jari yang berbeda. Saat bertransaksi, pengguna hanya perlu menempelkan kedua jari tersebut pada bantalan pemindai di perangkat Polpay.
Perangkat ini juga dilengkapi mesin pencetak nota dan terhubung dengan ponsel untuk mendukung pengoperasian sistem. Casing-nya dibuat menggunakan teknologi 3D printing dengan material Polylactic Acid atau Asam Polilaktat (PLA).
Polpay telah lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Karsa Cipta. Tim juga tengah mempersiapkan mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang digelar di Universitas Diponegoro pada November mendatang.
Saat ini, Polpay masih berada pada tahap prototipe atau 70 persen. Setelah finalisasi, tim berencana berkomunikasi dengan Bank Indonesia, termasuk mendaftarkan sistem tersebut agar dapat digunakan oleh bank di Indonesia.
"Siapa tahu nanti bisa jadi benar-benar alat yang diterapkan dan bisa ke berbagai bank, dihubungkan ke berbagai bank. Jadi pembayarannya jauh lebih mudah juga," kata Tiara selaku ketua tim saat ditemui di UGM, Sleman, DIY, Selasa (2/9/2026).
