Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lapangan Usaha Positif, Ekonomi DIY Tahun 2024 Tumbuh 5,03 Persen
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Pertumbuhan ekonomi DIY tahun 2024 5,03 persen, sedikit melambat dari tahun sebelumnya yang tumbuh 5,07 persen
  • Struktur PDRB DIY didominasi oleh industri pengolahan, penyediaan akomodasi dan makan minum, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan
  • Komponen pengeluaran tertinggi dicapai oleh PK-LNPRT, diikuti PMTB, PKP, PKRT, dan ekspor barang dan jasa
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN TimesEkonomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2024 tumbuh 5,03 persen. Pertumbuhan ini sedikit melambat jika dibanding tahun sebelumnya yang tumbuh 5,07 persen.
 
“Semua lapangan usaha tumbuh positif pada periode ini, bahkan lapangan usaha pengadaan listrik dan gas tumbuh dua digit, mencapai 10,67 persen. Delapan usaha tumbuh antara 5-10 persen dan delapan usaha lainnya tumbuh kurang dari 5 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Herum Fajarwati, Rabu (5/2/2025).

1.Lapangan usaha industri pengolahan masih mendominasi

ilustrasi pertumbuhan bisnis (IDN Times/Aditya Pratama)

Herum mengatakan struktur produk domestik regional bruto (PDRB) DIY atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha 2024 tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Perekonomian DIY masih didominasi oleh lapangan usaha industri pengolahan sebesar 11,83 persen, diikuti penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 10,59 persen, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 9,92 persen.
 
Selanjutnya lapangan usaha informasi dan komunikasi dan lapangan usaha konstruksi, masing masing tumbuh sebesar 9,80 persen dan 9,63 persen. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 51,78 persen. Selain pertumbuhan sektoral, kinerja ekonomi dapat dilihat dari andil pertumbuhan masing-masing lapangan usaha.
 
“Tiga lapangan usaha yang memberikan andil pertumbuhan tertinggi adalah konstruksi sebesar 0,83 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 0,80 persen, dan infokom sebesar 0,62 persen,” ujar Herum.

2. Perekonomian DIY secara kumulatif triwulan IV 2024 cukup kondusif

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)

Herum menyebut kondisi pertumbuhan ekonomi di DIY mencerminkan perekonomian DIY secara kumulatif triwulan IV 2024 cukup kondusif. Pertumbuhan terjadi pada semua komponen pengeluaran.
 
Komponen pengeluaran yang mengalami pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) sebesar 11,06 persen; diikuti komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 7,90 persen; Komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PKP) sebesar 6,09 persen; komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PKRT) sebesar 4,64 persen; dan komponen ekspor barang dan jasa sebesar 3,63 persen. Sementara itu, sebagai pengurang komponen impor barang dan jasa tumbuh sebesar 5,46 persen.
 
Dilihat dari sumber pertumbuhannya, PKRT memberikan andil terbesar dalam pertumbuhan ekonomi kumulatif triwulan IV tahun 2024, dengan andil sebesar 2,49 persen, diikuti andil PMTB dan ekspor barang dan jasa masing-masing sebesar 2,11 persen dan 1,66 persen. Komponen pengeluaran lainnya turut memberikan andil positif terhadap pertumbuhan ekonomi kumulatif triwulan IV-2024, meskipun di bawah 1 persen.

3.Kontribusi PDRB DIY masih kecil

ilustrasi uang (IDN Times/Aditya Pratama)

Herum mengungkapkan kontribusi PDRB DIY baik terhadap Pulau Jawa maupun terhadap total 38 provinsi posisinya relatif kecil. Kontribusi terhadap Pulau Jawa sebesar 1,54 persen, dan kontribusinya terhadap total provinsi sebesar 0,88 persen.
 
Pada triwulan IV tahun 2024, pertumbuhan ekonomi DIY menempati posisi tertinggi dibandingkan provinsi lain se-Pulau Jawa, baik secara q-to-q, y-on-y, maupun c-to-c. Beberapa Proyek Strategi Nasional (PSN) yang masih berjalan, serta kunjungan wisatawan saat liburan natal dan tahun baru turut menggerakkan perekonomian DIY.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article