Pria kelahiran Payukumbuh, Sumatera Barat itu, bagaimanapun tetap angkat topi buat pemainnya. Lantaran, menurutnya, Eky Taufik cs, telah menerapkan strateginya.
Taktik yang ia maksud adalah terus menekan para pemain PSS Sleman yang tengah menguasai bola di daerah pertahanannya sendiri.
"Ketika anda kehilangan bola dalam pertahanan lawan, anda pressure dia. Kalau anda tidak pressure dia, dia akan memainkan kita. Jadi semaksimal mungkin kita pressure dia ketika di daerah pertahanan lawan," papar dia.
Kemudian, pada babak kedua, tekanan itu terkesan melemah. Bahkan, selepas satu pemain PSS Sleman, yakni Alfonso de la Cruz dikartu merah, Persela tetap tak bisa menambah gol.
Tapi, lagi-lagi, eks pelatih timnas Indonesia itu membela pemainnya lagi. Katanya, itu juga berdasar strateginya, di mana tekanan memang tak selalu diberikan atau tergantung posisi bola.
Saat bola telah sampai ke tangan kiper lawan, pemainnya diinstruksikan kembali menata posisi, sambil menunggu kesempatan menekan berikutnya. "Alhamdulillah, anak-anak sudah mempraktikannya," ujar dia.