Babon ANIEM yang ada di Kotabaru ini dibangun sekitar tahun 1918 dan berfungsi sebagai pengatur dan pembagi daya listrik di kawasan Kotabaru yang hingga saat ini masih dijaga. (Dok. Istimewa)
Sementara itu, untuk menunjang kawasan Kotabaru menjadi garden city, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta sekaligus Ketua Forum Komunikasi Kotabaru, Aman Yuriadijaya mengungkapkan akhir tahun 2023 akan dilakukan perbaikan melalui beberapa perangkat daerah untuk menunjang peningkatan kawasan cagar budaya Kotabaru yang nyaman untuk dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Beberapa hal ini diwujudkan dengan pembuatan Pusat Informasi sebagai Sekretariat Bersama Kotabaru Heritage yang berada di Kantor Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.
Selain itu, dilakukan normalisasi pemindahan pot di beberapa trotoar agar bisa dimanfaatkan para pengguna jalan. Tak hanya itu, penambahan lampu yang akan dilakukan untuk menerangi jalan dan ventilasi Kotabaru.
Selanjutnya, pelestarian dan perlindungan cagar budaya di Kotabaru didukung oleh keamanan melalui pemasangan cctv di beberapa titik. Yang terakhir, pendataan aktivasi bangunan untuk memberikan ruang informasi secara naratif, sehingga tata ruang Kotabaru menjadi daya dukung kawasan bagi pariwisata.
"Pelan-pelan akan kita sempurnakan. Sebab, branding Kotabaru sebagai upaya penguatan bersama untuk daya saing Kota Yogyakarta yang lebih baik lagi. Untuk itu, stakeholder terkait diharapkan terus bekerja sama hingga akhir tahun nanti branding Kotabaru dapat memikat wisatawan untuk mampir ke sini," ujarnya.