Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Wonderkid Free Fire Jogja Buktikan Esports Bisa Jadi Jalan Prestasi

Wonderkid Free Fire Jogja Buktikan Esports Bisa Jadi Jalan Prestasi
Muhammad Ahnaf Ramadhan Kurnia. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Intinya Sih
  • Muhammad Ahnaf Ramadhan Kurnia, pelajar SMP asal Yogyakarta, sukses menembus Grand Final Free Fire Nusantara Series 2026 Fall bersama tim Borneo Hilang Arah berkat kerja keras dan dukungan keluarga.
  • Coach Rayi Rahman Hakim menjelaskan pengembangan bakat Ahnaf didukung komunitas serta proses seleksi ketat yang melibatkan orang tua untuk memastikan keseimbangan antara akademik dan karier esports.
  • Grand Final FFNS 2026 di Yogyakarta digelar bersamaan dengan Pesta 9 Free Fire, menghadirkan festival rakyat dan memperebutkan total hadiah Rp850 juta serta tiket ke FFWS SEA 2026 Fall.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Yogyakarta, IDN Times – Dunia esports semakin membuka ruang bagi lahirnya generasi baru anak muda berprestasi. Salah satunya ditunjukkan oleh Muhammad Ahnaf Ramadhan Kurnia atau AHNAFEIEI, pemain Free Fire asal Yogyakarta yang sukses menembus Grand Final Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Fall bersama tim Borneo Hilang Arah.

Pencapaian Ahnaf menjadi bukti bahwa talenta dari daerah mampu bersaing di level nasional. Di usianya yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP, ia berhasil mencuri perhatian sebagai salah satu pemain muda paling menjanjikan di skena kompetitif Free Fire Indonesia.

1. Perjalanan panjang wonderkid Ahnaf

WhatsApp Image 2026-07-12 at 15.43.25-3.jpeg
Muhammad Ahnaf Ramadhan Kurnia (tengah). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Perjalanan Ahnaf menuju panggung nasional tidak instan. Ia mulai mengenal Free Fire sejak 2018, saat belum memiliki ponsel pribadi. Kala itu, ia hanya bisa bermain menggunakan telepon genggam milik ayahnya sepulang bekerja.

"Dulu masih pakai HP ayah saya. Kalau ayah pulang kerja, biasanya baru pinjam HP-nya untuk main Free Fire. Syaratnya suruh pijitin dulu," kenang Ahnaf, saat konferensi di sela Grand Final FFNS, di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (GSP UGM), Minggu (12/7/2026).

Meski hobi bermain gim, kedua orang tuanya tetap memberikan batasan. Hal itu pun dibuktikan Ahnaf tetap bisa berprestasi di dunia akademik. Sebisa mungkin Ahnaf membagi waktu antara belajar dan bermain gim.

“Di sekolah masuk rangking 10 besar. Bagi waktunya di sekolah harus serius belajarnya, karena di rumah sudah fokus main gimnya,” ucap Ahnaf yang tergabung dalam tim Borneo Hilang Arah.

Wonderkid itu merasa senang bisa lolos hingga grand final FFNS 2026. Ia mengaku cukup percaya diri dan telah siap menghadapi grand final ini. Dukungan langsung dari keluarga, teman-teman sekolah, serta komunitas Free Fire Yogyakarta diyakini jadi energi ekstra di atas panggung FFNS 2026 Fall.

​"Tentu jadi booster tambahan, karena kita sekarang bermain di Yogyakarta, aku siap menang, dan memberikan penampilan terbaik," pungkasnya optimis.

2. Dukungan komunitas hingga terlatih di turnamen

WhatsApp Image 2026-07-12 at 15.43.25.jpeg
Muhammad Ahnaf Ramadhan Kurnia (tengah). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Coach Borneo Hilang Arah, Rayi Rahman Hakim, menyebut berkembangnya bakat dari Ahnaf tidak lepas dari dukungan komunitas, berbagai kompetisi atau turnamen. “Terbentuk Ahnaf sekarang dan Borneo Hilang Arah sekarang,” ucap Rayi.

Rayi juga menceritakan bagaimana mencari talenta atlet esports. Proses penjaringan talenta dilakukan baik melalui online maupun offline. Proses tersebut bisa dilakukan dalam hitungan bulan.

“Walaupun awalnya kita tahu yang jago, tapi untuk memastikan dia jago, kita punya standarnya untuk mengikuti prosesnya itu. Untuk yang offline dan online, prosesnya semua sama. Kita lihat skill dan niatnya,” ungkap Rayi.

Dalam proses tersebut, dirinya juga mengungkapkan tidak hanya pendekatan ke calon atlet, namun juga orang tuanya. Ia juga harus meyakinkan orang tua bahwa sang anak memiliki potensi ke depan dan mampu menyeimbangkan antara dunia akademik dan dunia e-sportnya.

3. FFNS 2026 dan Pesta 9 Free Fire

WhatsApp Image 2026-07-12 at 15.43.26.jpeg
Grand Final FFNS, di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (GSP UGM), Minggu (12/7/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

FFNS 2026 yang digelar Garena kali ini hadir berbarengan dengan puncak Pesta 9 Free Fire di Lapangan Pancasila GSP UGM untuk merayakan ulang tahun ke-9 Free Fire. Kedua acara ini dibuat terbuka dan gratis untuk komunitas pemain dan penggemar, serta masyarakat umum melalui konsep festival rakyat yang menghadirkan wahana, aktivitas komunitas, kuliner, musik, serta pengalaman unik bertema Free Fire.

“Untuk pertama kalinya, Garena membawa Grand Finals FFNS ke Yogyakarta, dan momennya menjadi lebih berarti karena bertepatan dengan Pesta 9 Free Fire. Hari ini, Free Fire tidak hanya mencari juara nasional, tetapi juga merayakan perjalanan para pemain, komunitas, dan talenta lokal Yogyakarta yang membuat ekosistem ini terus hidup selama sembilan tahun,” ujar Game Producer Garena Free Fire Indonesia, Christiandy Franciscus. 

12 tim terbaik dari berbagai daerah memperebutkan gelar juara nasional serta tiket sebagai wakil kelima Indonesia menuju Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall. Selain itu, pemenang dari kompetisi ini juga akan mendapatkan bagian terbesar dari total prize pool senilai Rp850 juta. 

Kehadiran Grand Finals FFNS 2026 Fall di Yogyakarta juga melanjutkan komitmen Garena untuk membawa panggung esports Free Fire lebih dekat ke komunitas di berbagai daerah. Yogyakarta menjadi kota ke-6 yang menjadi tuan rumah turnamen nasional Free Fire setelah Surabaya, Bandung, Medan, Makassar, dan Palembang.

 

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More