Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Komnas HAM Sebut Ada Indikasi Pelanggaran dalam Tragedi Kanjuruhan
Suasana Stadion Kanjuruhan pada Senin (3/10/2022). (IDN Times/Gilang Pandutanaya)

Yogyakarta, IDN Times - Komnas HAM turut menyoroti tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang yang menewaskan ratusan orang. Komnas HAM mengindikasi terjadi pelanggaran HAM.

Wakil Ketua Komnas HAM, Munafrizal Manan mengatakan sudah ada perwakilan Komnas HAM yang pergi ke Malang untuk melakukan pemantauan. "Sekarang kan baru temuan sementara, tapi memang ada indikasi ke arah pelanggaran hak asasi manusia," kata Munafrizal saat ditemui di Pengadilan Negeri Yogyakarta, Kamis (6/10/2022).

1. Jumlah korban banyak, ada indikasi pelanggaran hak asasi manusia

Wakil Ketua Komnas HAM, Munafrizal Manan.IDN Times/Herlambang Jati

Indikasi ke pelanggaran HAM tersebut tidak lepas dari banyaknya korban yang berjatuhan, dalam kondisi panik. "Dari banyaknya korban sudah jelas itu (indikasi pelanggaran HAM). Orang kan tidak boleh dibiarkan mati, kalau misalnya sekian banyak menjadi korban begitu kan perlu dipastikan apa ada kesengajaan atau pembiaran," ujar Munafrizal.

2. Komnas HAM soroti penggunaan gas air mata

Suasana Stadion Kanjuruhan pada Senin (3/10/2022). (IDN Times/Gilang Pandutanaya)

Penggunaan gas air mata oleh pihak kepolisian juga disorot oleh Komnas HAM. Diketahui, berdasarkan aturan FIFA, penggunaan gas air mata dalam pengendalian massa tidak diperbolehkan. "Termasuk penggunaan gas air mata itu, perlu untuk digali dalam. Ya yang menembak gas air mata itu siapa?," ucap Munafrizal.

Dia menyebut terkait informasi, gas air mata dan pintu stadion yang dikunci sudah masuk ke Komnas HAM. Namun, saat ini masih terus ditelaah. "Tentu saja itu termasuk informasi yang sampai ke Komnas HAM. Apalagi sudah menjadi pemberitaan luas, tapi nanti masih terus untuk ditelaah sampai pada kesimpulan yang pas," ujarnya.

3. Waktu kesimpulan akhir belum bisa diketahui

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam (kanan) memimpin investigasi di depan pintu tribun Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Rabu (5/10/2022). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Saat ini Komisioner Komnas HAM sudah melakukan pemantauan di Malang, guna mengumpulkan data. Selain itu, menemui pihak-pihak terkait guna memastikan apa yang sesungguhnya terjadi.

Disebutkan saat ini masih dalam proses, dan waktu menyimpulkan tragedi belum bisa dipastikan. "Kita enggak mematok waktu secara pasti kapan ya, karena kan ini berkaitan dengan pengungkapan fakta yang harus akurat dan harus cek dan kroscek. Namun, tentu saja karena ini menyangkut sesuatu yang sangat memprihatinkan tragedi, Komnas HAM akan bekerja secepatnya," kata Munafrizal.

Editorial Team

Related Article