Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ketum PP Muhammadiyah Minta Investigasi Kanjuruhan harus Transparan
Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2022-2027 Profesor Haedar Nashir. (muhammadiyah.or.id)

Yogyakarta, IDN Times - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir angkat bicara terkait desakan Ketua Umum (Ketum) PSSI, Iwan Bule untuk mundur dari jabatannya pasca tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang. 

Haedar menilai hal terebut ditentukan oleh hati nurani Iwan Bule. "Nah itu nurani yang paling menentukan (terkait desakan mundur Iwan Bule)," ujar Haedar, Rabu (5/10/2022).

1. Tanggung jawab menyelesaikan tragedi sepak bola

IDN Times/Daruwaskita

Haedar menyebut terlepas mundur tidaknya Ketum PSSI atas desakan masyarakat, menurutnya yang terpenting dalam tragedi ini adalah tanggung jawab dan investigasi harus dilakukan dengan transparan.

 "Di negara maju memang jadi industri yang hebat (sepak bola) tetapi regulasinya begitu rupa, sampai detail. Masih ada rasisme tetapi hukuman pada rasisme tinggi. Nah ini perlu diperbaiki ke depan. Kedua sistem kehidupan kita secara keseluruhan di Indonesia untuk safety keamanan masih kurang," ucap Haedar.

2. Muhammadiyah turut berduka

Logo Muhammadiyah. (muhammadiyah.or.id)

Haedar menyebut Muhammadiyah sejak awal turut menyampaikan berduka cita atas kejadian ini. Ia mendorong investigasi dilakukan secara objektif, terbuka dan transparan. "Jangan sampai ada usaha untuk menutupi apapun karena publik baik Indonesia maupun dunia memerlukan itu," ujar Haedar.

Dikatakan Haedar lebih baik bagi pihak yang bersalah atas kejadian ini mengakui kesalahannya daripada menutupi tragedi. "Dengan begitu bisa belajar jujur, terbuka objektif, transparan, dan tidak mengulangi ke depan," ujarnya.

3. Ribuan orang tanda tangan petisi

Suasana Stadion Kanjuruhan pada Senin (3/10/2022). (IDN Times/Gilang Pandutanaya)

Petisi di change.org Tragedi Kanjuruhan, mendesak Ketua dan pengurus PSSI  untuk mengundurkan diri. Hingga hari ini petisi telah ditandatangani ribuan orang.

Pada petisi tersebut, meminta Ketua Umum dan semua pengurus PSSI untuk mundur dari jabatannya, sebagai bentuk hormat dan respek terhadap korban tragedi kerusuhan Stadion Kanjuruhan, Malang dan upaya pembenahan sepak bola secara keseluruhan.

Editorial Team

Related Article