Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kecelakaan Bus Study Tour, GIPI DIY: Momentum untuk Berbenah
Ilustrasi bus. (Dok. Istimewa)
  • GIPI DIY menolak pelarangan study tour sebagai respons terhadap kecelakaan bus rombongan siswa, menganggapnya sebagai momen untuk perbaikan proses penyelenggaraan.
  • Bobby Ardyanto Setyo Ajie menekankan perlunya perubahan di semua sisi, termasuk tegasnya pemerintah dalam menegakkan aturan transportasi dan keselamatan armada.
  • Pelarangan study tour dinilai akan berdampak pada industri pariwisata dan ekosistemnya, dengan Bobby menginginkan pengetatan aturan daripada larangan aktivitas tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times - Sejumlah daerah melarang study tour buntut kecelakaan bus rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok Jawa Barat yang merenggut sejumlah nyawa peserta. Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (GIPI DIY) berpandangan hal tersebut bisa menjadi pembelajaran, bukan untuk melarang kegiatan study tour.

"Ini sebenarnya jadi momentum untuk didiskusikan bersama. Untuk meluruskan hal ini, karena sebenarnya yang salah bukan study tournya kan, yang salah proses penyelenggaraannya," ujar Ketua GIPI DIY, Bobby Ardyanto Setyo Ajie, Selasa (21/5/2024)

1. Menjadi pembelajaran agar tidak terulang

ilustrasi bus (unsplash.com/Annie Spratt)

Diungkapkan Bobby, kejadian kecelakaan bus ini seharusnya menjadi momentum mendorong perubahan di semua sisi, baik itu pemerintah, industri, dan masyarakat. Seharusnya ini menjadi kejadian yang terakhir, dan tidak terulang lagi.

"Bukan begitu harusnya (melarang study tour). Semua ada caranya untuk menata menjadi ekosistem yang baik. Kalau menghilangkan sama aja kita mau nangkep tikus, tapi lumbung padinya dibakar, kan gitu analoginya," ujar Bobby.

2. Pemerintah, industri, masyarakat perlu berbenah

ilustrasi study tour (freepik.com)

Belajar dari kejadian yang ada, Bobby mengatakan pemerintah harus tegas menegakkan aturan dan hukum. Artinya dari sisi regulasi yang tegas mengatur transportasi dengan standar yang ditegakkan.

Sementara dari sisi industri, menurutnya dengan harga yang sesuai, industri bisa memberikan standar unit yang mumpuni dan aman, sesuai yang diharapkan. Disebutnya hal tersebut bukan tanpa alasan, karena industri juga perlu mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Bobby juga mengingatkan kepada masyarakat tidak hanya berpikir masalah harga yang murah, tetapi keselamatan harus menjadi nomor satu. "Maka dari itu pentingnya masyarakat memastikan kelayakan dari armada yang digunakan, umur armada juga harus jadi pertimbangan," ucap Bobby.

3. Belasan jasa pariwisata akan terdampak pelarangan study tour

Tugu Pal Putih Yogyakarta. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Bobby menyebut dengan pelarangan study tour dampak pun dirasakan para pelaku pariwisata. Termasuk ekosistem pariwisata yang cukup banyak. "Ada 13 jasa usaha pariwisata yang ikut terdampak pasti. Ini yang perlu disadari bersama," ungkap Bobby.

Dikatakan Bobby seharusnya bukan pelarangan aktivitas study tour, tapi pengetatan aturan yang ada. "Jadi kebijakan ini yang harus diluruskan, dan tentunya diikuti oleh langkah konkret," ujarnya.

Editorial Team