Hotel di Jogja Mulai Merasakan Dampak Pelarangan Study Tour

Yogyakarta, IDN Times - Pelarangan study tour di sejumlah daerah mulai dirasakan dampaknya oleh hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sejumlah reservasi hotel dari rombongan study tour disebut ditunda bahkan ada yang dibatalkan.
"Menyikapi kebijakan itu kita sangat menyayangkan," ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, Selasa (21/5/2024).
1. Dampak dirasakan hotel dan berbagai sektor lain

Deddy menyebut kebijakan pelarangan study tour menyebabkan sejumlah reservasi hotel ditunda, bahkan dibatalkan. "Anggota PHRI yang utamanya mempunyai pangsa study tour terdampak. Awal pelarangan hanya 2 - 5 persen yang menunda dan membatalkan. Saat ini naik menjadi 5 - 10 persen, itu terjadi di pertengahan Mei - Juni 2024. Kalau yang menunda ada jadi di bulan Juli - Agustus," ungkap Deddy.
Deddy mengungkapkan rombongan study tour yang menunda atau membatalkan kunjungan paling banyak dari daerah Jawa Barat. "Sebagian ada dari DKI Jakarta," kata Deddy.
Tidak hanya bagi hotel dampak tersebut dirasakan, menurutnya dampak juga dirasakan sektor usaha lainnya. "Dari yang mengirim beras ke hotel, UMKM akan terdampak," ungkap Deddy.
2. Kebijakan pelarangan study tour diharap segera dicabut

Deddy menyebut PHRI DIY berharap daerah yang menerapkan kebijakan pelarangan study tour untuk segera mencabut. "Semoga daerah yang membikin kebijakan segera dicabut," harap Deddy.
Jika hanya kebijakan memperketat study tour, ia mengakui masih menyetujuinya. Artinya armada yang digunakan dipastikan lengkap perizinannya, ada sertifikasi dan yang lainnya, untuk mengutamakan keselamatan. "Kalau pengetatan setuju. Keselamatan paling utama," ungkapnya.
3. Study tour memiliki dampak yang positif

Deddy menilai study tour merupakan kegiatan yang positif, lantaran bisa menambah wawasan siswa dengan mengunjungi museum, destinasi wisata alam, maupun objek wisata edukasi lainnya.
Deddy mengharapkan DIY tidak perlu ikut-ikutan menerapkan kebijakan pelarangan study tour. Pasalnya hal tersebut bisa sangat besar dampaknya. "Biarkan siswa kita belajar di daerah lain, menambah wawasan. Jangan ikut-ikutan (melarang), hanya perlu diperketat," ucap Deddy.
















