Kebutuhan BBM di DIY Diprediksi Naik 30,3 Persen Selama Momen Lebaran

- Pertamina Patra Niaga mencatat lonjakan konsumsi BBM di Jawa Tengah dan DIY hingga 30,3 persen selama libur Lebaran 2026, terutama pada produk Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo.
- Kebutuhan LPG juga meningkat 9 persen menjadi 5.293 metrik ton per hari, dengan tambahan penyaluran extra dropping dan fakultatif untuk menjaga ketersediaan selama periode Ramadan dan Idul Fitri.
- Pertamina menyiagakan 309 SPBU 24 jam, 59 mobile storage, serta lebih dari seribu agen LPG siaga guna memastikan pasokan energi aman di jalur mudik dan kawasan wisata.
Sleman, IDN Times – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memperkirakan kebutuhan masyarakat terhadap poduk gasoline atau bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami kenaikan signifikan selama masa libur Lebaran 2026. Kenaikan diproyeksi mencapai 30,3 persen selama libur Lebaran.
Executive GM Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto mengatakan kenaikan perkiraan untuk BBM mesin bensin konsumsi harian melonjak sebesar 30,3 persen. “Menjadi 16.853 kiloliter dibandingkan rata-rata normal 12.943 kiloliter,” ucap Fanda.
1. Rincian kenaikan gasoline dan penurunan gasoil

Lebih rinci, Fanda mengatakan untuk Pertalite penjualan normal 9.787 kiloliter, naik 30,2 persen menjadi 12.741 kiloliter. Sementara Pertamax penjualan normal 3.041 kiloliter menjadi 3.943 kiloliter, atau naik 39,7 persen. Pertamax Turbo mengalami kenaikan paling tinggi, dari penjualan normal 110 kiloliter menjadi 171 kiloliter atau naik 55,3 persen.
Sementara itu, Gasoil mengalami penurunan 10,3 persen dari penjualan normal 7.069 kiloliter menjadi 6.340 kiloliter. Penurunan solar dari 6.830 kiloliter menjadi 5.944 kiloliter atau turun 13,0 persen. Sementara itu Dexlite masih mengalami kenaikan dari sales normal 69 kiloliter menjadi 118 kiloliter, atau naik 70,5 persen, lalu Dex dari 170 kiloliter menjadi 279 kiloliter, atau naik 64,2 persen.
“Penurunan konsumsi diesel ini sebagai dampak dari kebijakan Kementerian Perhubungan yang memberlakukan pembatasan angkutan barang selama periode arus mudik dan balik Lebaran yang dijadwalkan selama 13 hingga 29 Maret 2026,” ucap Fanda.
2. Kebutuhan LPG yang meningkat

Fanda juga membeberkan kebutuhan LPG selama momen Libur Lebaran 2026 ini. LPG mengalami kenaikan dari penjualan normal 4.854 metrik ton per hari menjadi 5.293 metrik ton per hari. Angka tersebut mengalami kenaikan 9 persen. “Untuk memastikan kondusivitas penyaluran LPG 3 kg pada Periode Satgas Ramadhan & Idul Fitri 2026, kami persiapkan rencana tambahan penyaluran,” ungkap Fanda.
Alokasi reguler 113.226 MT atau 37.742.120 tabung. Kemudian ada penyaluran tambahan, extra dropping sebesar 9.435 MT atau 3.145.050 tabung atau sebesar 8,33% dari alokasi reguler. Sudah mulai disalurkan secara bertahap dari W4 Februari 2026.
Fakultatif sebesar 17.707 MT atau 5.902.480 tabung atau 15,64% alokasi reguler yang disalurkan pada 17 Februari (Imlek/Pre Ramadan), 19 Maret (Nyepi), 21 Maret (Idul Fitri) dan 03 April 2026 (wafat yesus kristus). “Besaran alokasi extra dropping dan fakultatif akan dievaluasi kembali sesuai kondisi di lapangan ter update,” ujar Fanda.
3. Upaya pertamina patra niaga

Pada momen libur lebaran, ini Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah juga membuka layanan energi 309 SPBU 24 jam. “SPBU di wilayah jalur potensial yang disiagakan 24 jam,” kata Fanda.
Kemudian, disiagakan 59 mobile storage, mobil tangki yang disiagakan sebagai SPBU kantong atau cadangan suplai BBM. Lalu 22 titik PDS/ motoris, layanan Pertamina Delivery service BBM di lokasi jalur padat maupun wisata.
Selain itu juga 1.033 agen siaga. Agen LPG yang disiagakan 24 jam di wilayah dengan demand tinggi saat Ramadan dan Idul Fitri. “13 titik dengan 21 unit modular dan 11 unit KIOSK, unit layanan BBM tambahan di lokasi tidak ada SPBU, jalur padat dan wisata,” ujarnya.


















