Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kamar VIP dan Makan di Restoran, Embarkasi Hotel YIA Disukai Jemaah
Simulasi Embarkasi dan Debarkasi Haji DIY. (Dok. Istimewa)
  • Kemenhaj RI menjadikan Yogyakarta International Airport sebagai embarkasi haji pertama berbasis hotel tanpa asrama, menawarkan konsep modern dan efisien bagi jemaah DIY serta sebagian Jawa Tengah.
  • Penerapan konsep embarkasi hotel melalui dua kali simulasi memastikan kesiapan penuh, menghasilkan keberangkatan jemaah yang lancar dan profesional tanpa kendala kesehatan maupun teknis.
  • Jemaah menikmati layanan hotel berbintang dengan makan di restoran dan proses bagasi langsung dari lobi ke pesawat, menciptakan pengalaman berangkat haji yang nyaman dan bebas terburu-buru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Madinah, IDN Times - Penyelenggaraan ibadah haji 2026 menorehkan sejarah baru bagi jemaah asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sebagian Jawa Tengah. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) menjadikan Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo sebagai embarkasi pertama di Indonesia yang murni berbasis hotel, tanpa membangun asrama haji konvensional.

Berstatus sebagai proyek percontohan nasional, inovasi ini menawarkan pengalaman berangkat haji yang jauh lebih modern, efisien, dan memanusiakan jemaah. Skema ini sukses menyita perhatian karena menghadirkan terobosan layanan rasa VIP.

1. Inovasi baru, embarkasi tanpa bangun asrama haji

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, melepas keberangkatan jemaah haji Kloter 8 Embarkasi Hotel Yogyakarta International Airport atau YIA, Jumat (1/5/2026). (Dok. MCH 2026)

Berbeda dengan daerah lain yang mengumpulkan jemaah di asrama haji, Kemenhaj RI memilih langkah efisien dengan memanfaatkan hotel-hotel representatif di sekitar bandara YIA. Inovasi ini mendapat sorotan khusus dari Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf.

"Di Yogyakarta ini agak istimewa karena kami membuat embarkasi tanpa memiliki asrama haji. Kami menggunakan hotel yang sudah ada sebagai asrama haji," tegas Menhaj Irfan Yusuf. Ia menyebut YIA menjadi percontohan nasional untuk embarkasi berbasis hotel yang ringkas dan memangkas waktu tempuh.

Menhaj menyampaikan bahwa Embarkasi Hotel YIA dapat menjadi pilot project bagi daerah lain yang ingin membuka layanan embarkasi, namun belum memiliki asrama haji. Menurutnya, pembangunan asrama haji membutuhkan biaya besar, belum termasuk kebutuhan pemeliharaan yang juga tidak kecil.

2. Persiapan matang lewat uji coba dan simulasi ganda

Mbah Mardijiyono (103 tahun) jemaah haji tertua dari Yogyakarta berpose bersama Ketua Kloter 9 YIA Edy Purwanto (kanan) di Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah, Minggu (03/05/2026) (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Mengingat konsep ini terbilang baru di Indonesia, penerapannya tidak dilakukan secara instan. Ketua Kloter YIA 9, Edy Purwanto, menceritakan bahwa Kemenhaj RI melakukan proses evaluasi dan pengamatan yang cukup panjang sebelum hari keberangkatan.

"Praktiknya diadakan simulasi dua kali. Nah, dengan dua simulasi itu kemudian yakinlah dan saya sudah merasakan ya semua profesional," jelas Edy. Hasilnya, 100 persen jemaah kloternya dapat berangkat dalam keadaan sehat dan tanpa kendala.

3. Makan di restoran dan bebas "kemrungsung"

Widar Afandi bersama jemaah haji Kloter YIA-9 lainnya di Bandara Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah (IDN Times/Yogie Fadila/2026)

Selama masa karantina, atau lebih tepatnya menginap, selama satu malam, jemaah mendapatkan layanan layaknya tamu hotel berbintang. Edy menyoroti kualitas konsumsi yang jauh melampaui ekspektasinya. "Gambaran kita selama ini kan (makan) di dus, tapi gak. Disajikan betul di piring, semuanya makan di restoran. Secara keseluruhan memang bagus, profesional," tuturnya kagum.

Kenyamanan serupa turut dirasakan oleh Widar Afandi, jemaah haji Kloter YIA-9. Ia membandingkan pengalaman hajinya pada tahun 1996 di asrama konvensional dengan fasilitas embarkasi hotel ini. "Kalau di asrama (haji) bahasa Jawanya kan kemrungsung (terburu-buru/tergesa-gesa). Kalau di hotel bisa santai," ungkap Widar.

4. Handling bagasi dari lobi hotel langsung ke pesawat

Petugas Haji sedang memeriksa dan mengawasi proses pemindahan bagasi jamaah ke dalam truk di area kargo pada malam hari. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban pengiriman bagasi jamaah Haji. (Dok. MCH 2026)

Keunggulan operasional yang paling memanjakan jemaah adalah integrasi pemeriksaan keamanan . Seluruh pengecekan dokumen, badan, dan barang bawaan sudah diselesaikan sejak jemaah berada di hotel.

"Begitu masuk bandara sudah langsung. Enggak melalui pemeriksaan lagi. Dari hotel sudah bersih semuanya," tambah Widar. Jemaah yang keluar dari hotel sudah berstatus steril, sehingga setibanya di Bandara YIA, mereka hanya perlu turun dari bus dan langsung melangkah naik ke badan pesawat.

Editorial Team