Jumlah Bertambah, 80 Siswa SMP di Bantul Diduga Keracunan Menu MBG

- Sebanyak 80 siswa dan beberapa guru di Bantul diduga keracunan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Patalan, Jetis.
- SPPG tetap memberikan layanan MBG sehari setelah kejadian karena kasus baru diketahui kemudian, sementara kewenangan penutupan berada di Badan Gizi Nasional.
- Dinas Kesehatan Bantul menurunkan tim ke lapangan untuk memastikan jumlah korban dan memantau kondisi para siswa serta guru yang mengalami gejala keracunan.
Bantul, IDN Times - Jumlah siswa yang diduga keracunan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Patalan, Jetis, Kabupaten Bantul bertambah. Tercatat 80 siswa menjadi korban dugaan keracunan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bantul, Hermawan Setiaji mengatakan jumlah siswa yang menjadi korban berasal dari SMPN 3 Jetis sebanyak 77 siswa dan tiga guru. Selain itu, ada tambahan korban dari SMP Muhammadiyah Pulokadang.
"Jadi yang mengalami gejala keracunan itu tidak hanya siswa di SMPN 3 Jetis, namun juga ada tiga guru yang juga diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG," katanya, Selasa (14/4/2026).
1. SPPG tetap beri pelayanan

Menurut Hermawan sehari setelah kejadian, SPPG di Patalan tetap memberikan layanan MBG atau belum dilakukan penutupan sementara.
"Kan kasus keracunan diketahuinya hari ini dan yang MBG yang dikonsumsi merupakan MBG pada hari Senin kemarin sehingga SPPG masih memberikan layanan MBG," ungkapnya.
2. Kewenangan penutupan SPPG ada di BGN

Hermawan menegaskan kewenangan penutupan sementara SPPG ada di Badan Gizi Nasional bukan di Pemkab Bantul. "Berkaca pada SPPG Srihardono 1 dan 2 Kapanewon Pundong yang ditutup usai ada dugaan kasus keracunan karena MBG kemudian ditutup oleh BGN maka sangat besar kemungkinannya SPPG di Kategan, Kalurahan Patalan juga akan ditutup," ucapnya.
3. Tim Dinkes turun ke lapangan

Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto mengatakan tim dari Dinkes Bantul saat ini baru turun ke lapangan untuk memastikan jumlah korban.
"Yang jelas dugaan keracunan MBG itu tidak saja menimpa siswa namun juga ada guru yang juga mengalami gejala keracunan dan harus mendapatkan perawatan medis," katanya.


















