Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Imbas Perang AS-Israel dengan Iran, Stok BBM di Daerah Dipastikan Aman

Imbas Perang AS-Israel dengan Iran, Stok BBM di Daerah Dipastikan Aman
Penggunaan kendaraan bermotor mengisi Pertamax Green 95 di SPBU Pertamina 44.552.11 di Jalan Kyai Mojo No.52, Bener, Tegalrejo, Yogyakarta, Sabtu (9/8/2025) siang. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Intinya Sih
  • Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM di Jawa Tengah dan DIY aman selama Ramadan hingga Idul Fitri, meski terjadi konflik antara AS, Israel, dan Iran.
  • Taufiq Kurniawan menjelaskan stok BBM dijaga setara 20 kali lipat konsumsi normal harian, sehingga pasokan tetap stabil meski ada lonjakan permintaan.
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan kapasitas penyimpanan energi nasional hanya mampu bertahan sekitar 25 hari dan pemerintah tengah membangun storage baru untuk memperkuat ketahanan energi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Yogyakarta, IDN Times - Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan ketersediaan stok BBM di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam kondisi aman. Ketersediaan stok sudah disiapkan jauh hari sebelum perang AS, Israel dengan Iran. 

“Stok BBM di Jateng dan DIY untuk di bulan Ramadan dan Idul Fitri itu kami sudah siapkan jauh-jauh hari sebelum Perang Iran dan AS, Israel kejadian gitu ya. Jadi, kita jamin pasokannya aman,” ujar Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, Kamis (5/3/2026).

1. Penjelasan terkait stok BBM

SPBU self service (IDN Times/Dok. Pertamina)
SPBU self service (IDN Times/Dok. Pertamina)

Taufiq juga menjelaskan pernyataan yang diungkapkan oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terkait stok BBM nasional yang disebut hanya cukup untuk 20 hari, imbas perang. Ia mengungkapkan apa yang dikatakan oleh Bahlil perlu dibaca dengan benar.

“Jadi, cara membacanya itu adalah stok pada hari ini itu bisa tahan untuk 20 kali lipat konsumsi normal. Misal, konsumsi BBM di Jogja 10, kemudian stoknya 200. Berarti kan pada hari ini konsumsi BBM melonjak 20 kali lipat pun kita bisa menanggulangi karena stoknya ada 20 kali lipat,” ujar Taufiq.

2. Stok yang ada keluar dan masuk

ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)

Taufiq mengungkapkan dari stok yang ada tersebut keluar masuk. Sehingga stok yang ada dijaga diangka 20 kali lipat. “Hari besok kan barang keluar masuk, ya pasti kita jaga diangka 20 kali lipat lagi seterusnya sampai dengan bulan Desember, seperti itu. Jadi, cara membacanya seperti,” jelas Taufiq.

Taufiq juga menekankan pada momen Ramadan hingga Idul Fitri nantinya stok BBM dipastikan aman. “Kita jamin pasokan energi selama Ramadan sampai Lebaran itu aman, seperti itu,” tegas Taufiq.

3. Pernyataan Bahlil soal stok BBM

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Diketahui sebelumnya, Bahlil menjelaskan pernyataan yang sebelumnya diungkapkannya. Dijelaskan bahwa kapasitas penyimpanan (storage) energi nasional saat ini hanya mampu bertahan maksimal di angka 25 hingga 26 hari.

Bahlil menjelaskan, meski stok minyak nasional saat ini berada di angka 23 hari, pemerintah masih terkendala infrastruktur untuk meningkatkan cadangan tersebut. Pembangunan tangki penyimpanan baru harus dilakukan agar ketahanan energi Indonesia bisa lebih ditingkatkan.

"Memang secara faktanya ketahanan energi kita, storage kita, itu maksimal di angka 25 sampai 26 hari. Nggak lebih dari itu," katanya dalam keterangan pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Guna memperkuat ketahanan energi, Bahlil menegaskan, pemerintah tengah berupaya membangun fasilitas penyimpanan dengan kapasitas yang jauh lebih besar. Targetnya, Indonesia harus memiliki cadangan energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan.

"Makanya sekarang pemerintah lagi sedang berusaha untuk membangun storage yang kapasitasnya bisa sampai dengan 3 bulan, karena itu standar internasional," tuturnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Jogja

See More