Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Deddy menyebut kebijakan pelarangan study tour menyebabkan sejumlah reservasi hotel ditunda, bahkan dibatalkan. "Anggota PHRI yang utamanya mempunyai pangsa study tour terdampak. Awal pelarangan hanya 2 - 5 persen yang menunda dan membatalkan. Saat ini naik menjadi 5 - 10 persen, itu terjadi di pertengahan Mei - Juni 2024. Kalau yang menunda ada jadi di bulan Juli - Agustus," ungkap Deddy.
Deddy mengungkapkan rombongan study tour yang menunda atau membatalkan kunjungan paling banyak dari daerah Jawa Barat. "Sebagian ada dari DKI Jakarta," kata Deddy.
Tidak hanya bagi hotel dampak tersebut dirasakan, menurutnya dampak juga dirasakan sektor usaha lainnya. "Dari yang mengirim beras ke hotel, UMKM akan terdampak," ungkap Deddy.