38.719 siswa TK-SMP di Bantul Ikuti MPLS TA 2022-2023

Pembelajaran TA 2022/2023 dilaksanakan secara PTM

Bantul, IDN Times - ‎Setidaknya ada 39 ribuan siswa TK hingga SMP yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai hari Senin (11/7/2022). Menginjak Tahun Ajaran (TA) 2022/2023 seluruh siswa SD hingga SMP di Kabupaten Bantul dipastikan melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) setelah dua tahun terakhir kegiatan belajar dilakukan secara daring atau campuran.

1. Sekolah melaksanakan PTM harus menerapkan prokes secara ketat

38.719 siswa TK-SMP di Bantul Ikuti MPLS TA 2022-2023Ilustrasi sekolah dasar. (IDN Times/Daruwaskita)

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Pemkab Bantul, Isdarmoko mengatakan pembelajaran tatap muka yang sudah siap menerapkan pembelajaran tatap muka secara penuh. Kebijakan itu juga dilakukan dari jenjang TK, SD, SMP hingga lembaga pendidikan sederajat.

Namun demikian jika sekolah tidak siap untuk menggelar PTM maka tetap diizinkan untuk menggelar PTM secara terbatas. Baik sekolah yang melaksanakan PTM penuh maupun terbatas sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan.

"Bagi sekolah-sekolah yang disiap sesuai izin ketuga gugus tugas Kabupaten bisa menggelar PTM secara penuh," ucapnya di sela-sela kegiatan peresmian Implementasi Kurikulum Merdeka dan Pembukaan Tahun Ajaran Baru 2022/2023, Senin (11/7/2022).

Baca Juga: 18 Ribu Ternak Kurban di Bantul Disembelih Saat Idul Adha

2. MPLS dilaksanakan selama tiga hari‎

38.719 siswa TK-SMP di Bantul Ikuti MPLS TA 2022-2023Pembukaan MPLS secara daring.(doc.Kominfo Bantul)

Menurutnya dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS tahun ajaran 2022/2023 ini diikuti oleh 38.719 siswa. Dengan rincian 14.115 siswa jenjang TK, 11.923 jenjang SD dan 12.681 siswa jenjang SMP. MPLS dilaksanakan selama tiga hari.‎

"Adapun materi MPLS yang diberikan oleh guru di antaranya kegiatan pembelajaran kurikulum, pendidikan karakter dan lain-lainnya," ungkapnya.‎

Terkait dengan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), mantan Kepala Sekolah SMAN 2 Bantul ini mengatakan kurikulum IKM berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Sebab dalam kurikulum IKM guru harus menerapkan pembelajaran secara berdiferensiasi atau sistem belajar yang mengakomodasi kebutuhan tiap-tiap murid.

"Kurikulum IKM berbeda dengan kurikulum sebelumnya (kurikulum 2013), karena disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kondisi situasi kemajuan," tuturnya.

3. Guru telah memberikan pendampingan sangat bagus bagi siswa selama 2 tahun pandemik‎

38.719 siswa TK-SMP di Bantul Ikuti MPLS TA 2022-2023Wakil Bupati Bantul Joko B Purnomo (doc.Kominfo Bantul)

Sementara Wakil Bupati Bantul, Joko B Purnomo, mengatakan selama dua tahun pendemik, para guru telah memberikan hal yang terbaik bagi siswanya. Para guru sudah memberikan pendampingan siswa belajar secara daring.

"Proses itu tidak mudah karena harus dengan kesabaran," ujarnya.‎

Baca Juga: SD di Bantul Ini Hanya Dapat 8 Siswa hingga PPDB Ditutup

Hironymus Daruwaskita Photo Community Writer Hironymus Daruwaskita

Main sambil kerja

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya