Herman Yoseph Fernandez Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Ini Perjuangannya

- Herman Yoseph Fernandez diusulkan sebagai pahlawan nasional karena perjuangannya melintas batas etnis dan agama.
- Upaya pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Herman Yoseph Fernandez terus dimatangkan dengan napak tilas dan penyempurnaan data-dokumentasi.
- Herman Fernandez memiliki kualitas heroisme yang setara dengan pahlawan nasional lainnya, seperti Yos Sudarso dan Robert Wolter Monginsidi.
Yogyakarta, IDN Times - Nama Herman Yoseph Fernandez diusulkan sebagai pahlawan nasional. Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri dalam Pertemuan Tim Pengusul dan Akademisi dengan media di Yogyakarta, Sabtu (7/2/2026) menyatakan, Herman dieksekusi mati oleh Belanda hampir 78 tahun yang lalu setelah dirinya gigih menolak mengkhianati Republik Indonesia.
1. Perjuangannya melintas batas etnis dan agama
Herman gugur tepatnya pada 31 Desember 1948 silam di usia yang masih sangat muda, 23 tahun. Hidupnya dinilai menjadi bukti bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia merupakan kerja kolektif seluruh anak bangsa, termasuk dari wilayah Timur Indonesia.
"Herman Yoseph Fernandez sangat memenuhi syarat sebagai pahlawan nasional. Perjuangannya melintasi batas etnis dan agama, menunjukkan bahwa semangat bela negara itu ada di seluruh pelosok Nusantara," kata Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri.
Kiki menilai, pengorbanan Herman Fernandez sebagai cerminan patriotisme yang tidak tergoyahkan. Herman pernah tergabung dalam Anggota Tentara Pelajar dan terlibat dalam Pertempuran Sidobunder, Gombong, Kebumen (1947), sebagai perwakilan penting keterlibatan putra-putra terbaik dari Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam sejarah perjuangan nasional.
2. Napak tilas, sempurnakan data-dokumentasi
Menurut Kiki yang juga merupakan mantan Wakil Kepala Staf TNI AD itu, upaya pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Herman Yoseph Fernandez saat ini terus dimatangkan
Perwakilan tim pengusul sekaligus keponakan kandung Herman, Grace Siahaan Njo, menyampaikan pihaknya menargetkan penetapan pada tahun 2026 dengan fokus pada penyempurnaan dokumen primer yang diminta Kementerian Sosial.
"Dalam tiga hari ini kami melakukan napak tilas untuk menyempurnakan dokumentasi dan data-data primer yang diperlukan. Di samping itu, kami juga ingin sosialisasi tentang sosok Herman Fernandez berjalan masif sehingga membuka kesadaran masyarakat tentang keberadaannya sebagai pejuang," ujarnya.
3. Setara dengan nama besar pahlawan lainnya

Dari sisi akademik, Tim Akademisi Pengusulan Pahlawan Nasional Herman Yoseph Fernandez menilai secara fakta sejarah, Herman telah memperoleh pengakuan awal dari negara.
Dosen Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, Yoseph Yapi Taum Mhum menegaskan, Herman Fernandez dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Yogyakarta.
"Itu menjadi bukti pengakuan awal negara atas jasanya," ungkapnya.
Menurut Yapi, Herman Fernandez memiliki kualitas heroisme yang setara dengan pahlawan nasional lain yang lahir pada tahun 1925, seperti Yos Sudarso dan Robert Wolter Monginsidi. Ia dikenal memiliki dedikasi militer tinggi serta keteguhan sikap dalam menghadapi pengadilan militer Belanda.
"Jika Yos Sudarso dan Monginsidi telah diakui secara de jure sebagai Pahlawan Nasional, Herman Fernandez, yang memiliki kualitas heroisme serupa, sudah sepatutnya mendapatkan pengakuan formal yang sama dari negara," jelas Yapi.















