Harga Bawang Merah di Bantul Terpuruk, Sekilo hanya Laku Rp8 Ribu

Bantul, IDN Times - Harga bawang merah terus terpuruk, bahkan saat ini harga dari petani hanya dihargai Rp8 ribu per kilogram. Padahal beberapa pekan lalu, para pedagang masih berani menawar dari petani Rp12 ribu hingga Rp14 ribu per kilogram.
1. Petani sulit embeli bibit tanaman

Salah satu petani bawang merah di Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Murtijo mengatakan dengan harga jual seperti saat ini, petani merasa sulit untuk membeli bibit tanaman. "Kalau dijual, hasil yang didapat untuk mengganti bibit bawang merah yang ditanam saja tidak cukup," katanya, Minggu (20/8/2023).
2. Penyebab harga bawang merah terpuruk

Menurutnya, kualitas panen bawang merah kali ini cukup bagus, namun bersamaan dengan panen raya dari Jawa Timur. "Di Jawa Timur, panen bawang merah melimpah harganya juga jatuh, apalagi di Bantul dipastikan lebih jatuh," ungkapnya.
Petani saat ini enggan untuk memetik hasil panen, sehingga menunggu harga membaik. "Namun terkadang bawang merah yang lama disimpan bobotnya jauh berkurang. Tentu ini juga menambah rugi petani," tandasnya.
3. Petani masih diuntungkan panen cabai merah besar

Walau hasil panen bawang merah turun, petani masih mengaku beruntung. Hal ini disebabkan tertolong dengan panen cabai merah besar yang menguntungkan. Salah satu petani, Tri Juwanto mengaku harga jual cabai merah besar jenis imperial dihargai Rp22 ribu per kilogram.
"Biasanya petani kan menanam dengan sistem tumpang sari, antara bawang merah dan cabai. Lha saat bawang merah jatuh harganya petani masih tertolong dengan harga cabai yang lumayan tinggi," katanya.
















