Sleman, IDN Times - Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, mengatakan pemakaian politik identitas dalam dua gelaran pemilu terakhir telah menghadirkan pengalaman buruk.
Gus Yahya mengatakan, publik mulai menyoroti ancaman politik identitas jelang datangnya tahun politik. Mereka mengaitkannya dengan isu keamanan yang muncul saat pemilu 2014 dan 2019 lalu.
Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara peluncuran buku berjudul 'Proceeding of the R20 International Summit of Religious Leaders' di Balai Senat UGM, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (4/8/2023).
"Dua pemilihan umum terakhir adalah pengalaman yang sangat sangat buruk terkait politik identitas. Orang menggunakan agama sebagai senjata untuk mendapatkan dukungan politik untuk menyerang orang lain," kata Gus Yahya.
