Sleman, IDN Times – Presiden Prabowo Subianto mengajukan diri menjadi penengah perang Amerika-Israel dengan Iran. Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) Bidang Geopolitik Timur Tengah, Prof. Siti Mutiah Setyawati menilai pilihan Indonesia tersebut berat dan dirasa Indonesia sudah tidak netral lagi.
“Menjadi penengah itu berat ya, artinya Indonesia itu dilema. Kalau penengah itu saya sarankan tidak, karena menjadi penengah syaratnya itu harus netral. Indonesia sudah tidak netral lagi, karena kita bergabung dalam BOP (Board of Peace),” ujar Prof. Siti, di UGM, Kamis (5/3/2026).
