Yogyakarta, IDN Times - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) turut berdampak pada masyarakat di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, termasuk Kelurahan Pota dan Desa Nanga Mbaling. Pascagempa, sejumlah fasilitas dan aktivitas masyarakat terganggu, sementara warga terdampak masih membutuhkan penanganan medis serta bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Salah satu anggota Tim Proyek Ekspedisi Nusantara (PENA) 11 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Fifin Anggela Prista, mengatakan sejumlah warga mengalami luka ringan hingga berat. Namun, penanganan belum dapat dilakukan secara optimal karena keterbatasan obat-obatan dan peralatan medis yang tersedia di lokasi.
“Pasar, pusat perbelanjaan, dan layanan medis di kecamatan ini sudah lumpuh. Banyak masyarakat yang terdampak mengalami luka ringan, sedang, bahkan luka berat yang belum tertangani karena keterbatasan obat-obatan dan alat medis yang kami bawa. Saat ini, kebutuhan terhadap dukungan medis dan logistik masih sangat besar, terutama untuk membantu penanganan warga yang terdampak,” ungkap Fifin Minggu (16/8/2026).
